![]() |
| Menu bubur sumsum yang disalurkan SPPG Pohgading 3 yang dikira Basi karena terlalu encer |
SELAPARANGNEWS.COM – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pohgading 3 memberikan klarifikasi tegas terkait isu video viral di media sosial mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bermasalah. Berdasarkan pengecekan di lapangan, menu tersebut dipastikan tidak basi, melainkan mengalami kendala teknis pada tekstur bubur yang terlalu cair.
Isu ini mencuat setelah rekaman video pendek yang memperlihatkan kondisi menu bubur sumsum beredar luas. Mewakili Kepala SPPG Pohgading 3 yang saat ini tengah dirawat di klinik karena sakit dan hamil muda, Koordinator Kecamatan SPPG Pringgabaya, Ahmad Pinda Sugiarto meluruskan informasi sekaligus menunjukkan tanggung jawab penuh dengan menarik seluruh paket makanan yang telah terkirim.
Pinda menjelaskan bahwa begitu laporan mengenai bubur yang terlalu encer diterima pihak dapur, mereka tidak hanya menarik buburnya saja, melainkan mengganti seluruh paket menu yang ada dalam ompreng untuk memastikan kualitas tetap terjaga.
"Penting untuk diketahui bahwa menu tersebut belum sempat dikonsumsi oleh penerima manfaat. Begitu diketahui teksturnya terlalu cair, pihak SPPG langsung menarik kembali seluruh paket menu yang sudah sampai di sekolah dan menggantinya dengan menu baru secara total," ujarnya dikonfirmasi media di SPPG Pohgading 3 yang ada di Dusun Dedalpak, Desa Pohgading Kecamatan Pringgabaya. Jum'at, (22/05/2026).
Sebagai bentuk komitmen terhadap gizi anak, pihak dapur mengganti paket tersebut dengan menu kue kering yang memiliki nilai anggaran lebih tinggi dari paket semula. Mewakili SPPG Pohgading 3, Pinda memohon maaf atas kendala teknis ini.
Senada dengan itu, Kepala TK Baiturrahman Pohgading, Masrah, memberikan kesaksian bahwa kabar mengenai menu basi sama sekali tidak benar. Menurut pengamatannya, bubur sumsum tersebut masih dalam kondisi segar, namun karena teksturnya yang terlalu encer, pihak sekolah memutuskan untuk berkoordinasi dengan SPPG.
"Iya tidak basi, hanya terlalu encer. Kami sangat menghargai respon luar biasa dari pihak SPPG yang langsung menarik semua ompreng dan menggantinya dengan menu lain yang budget anggarannya justru lebih besar," ungkap Masrah sembari mmenjelaskan, selain bubur sumsum, menu yang diterima itu terdiri dari telur, susu, dan buah anggur.
Sebagai langkah antisipasi, Ahmad Pinda Sugiarto selaku Koordinator Kecamatan mengimbau seluruh SPPG di wilayah Pringgabaya untuk lebih teliti dan memperketat pengawasan kualitas (quality control) sebelum pengiriman dilakukan.
Respon cepat dan transparansi yang ditunjukkan SPPG Pohgading 3 ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan taraf kesehatan generasi muda di Lombok Timur. (Yns)
