![]() |
| Pamflet Dialog di Gedung Pasca Sarjana IAIQH Bagu |
SELAPARANGNEWS.COM – Wacana World Class University bukan sekadar slogan bagi Institut Agama Islam Qamarul Huda (IAIQH) Bagu. Di bawah kepemimpinan Direktur Pascasarjana, Dr. Murdan, kampus ini tengah melakukan transformasi besar-besaran untuk menggeser paradigma pendidikan dari sekadar pengajaran menuju pusat penelitian internasional (Research University).
Dalam keterangannya, Dr. Murdan menyoroti perubahan tren pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Menurutnya, kampus-kampus top tanah air kini menyadari bahwa menjadi universitas kelas dunia tidak cukup hanya dengan mengandalkan sistem pengajaran konvensional.
Dr. Murdan menegaskan bahwa pengelolaan perguruan tinggi yang hanya berbasis pada transfer ilmu pengetahuan dari dosen ke mahasiswa—atau yang ia sebut sebagai Logic of Repetition—tidak akan mampu membawa kampus bersaing di level global.
"Ekspektasi tertinggi dari budaya akademik lama hanya mentok pada jastifikasi ilmiah (Logic of Justification). Jika kita ingin diakui dunia, kita harus berani menawarkan ilmu pengetahuan baru, melakukan inovasi, dan terus-menerus melakukan reformasi serta revolusi ilmu pengetahuan," tegasnya dalam siaran tertulis kepada media ini. Senin, (11/05/2026).
Ia menjelaskan bahwa kunci utama dari kemajuan ini adalah pengarusutamaan Logika Penemuan (Logic of Discovery) melalui kegiatan penelitian ilmiah yang berkelanjutan.
Salah satu parameter konkret yang dikejar oleh Pascasarjana IAIQH adalah kualitas publikasi ilmiah. Dr. Murdan menekankan pentingnya indeks internasional seperti Scopus sebagai alat ukur kualitas karya ilmiah.
"Dunia internasional memiliki parameter yang jelas. Jika kampus kita ingin menjadi World Class University, maka wajib mewujudkan tata kelola berbasis riset yang mampu menembus jurnal bereputasi tinggi, khususnya kelas Q1 (First Quartile)," tambahnya.
Langkah ini, menurutnya, sedang diimplementasikan secara nyata di lingkungan Pascasarjana IAIQH untuk menjawab tantangan iklim akademik masa kini.
Meski menyadari tantangan besar yang menghadang, segenap civitas akademika IAIQH berkomitmen untuk memulai langkah nyata menuju Research Islamic University. Dr. Murdan mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terlibat aktif dalam kegiatan akademik yang tengah digalakkan.
"Kami berani bermimpi dan yang lebih penting adalah berani memulai. Ini adalah realisasi nyata optimisme kami dalam menanam fondasi IAIQH sebagai kampus riset Islam. Mari kita bergerak, tumbuh, dan kuat bersama demi masa depan peradaban bangsa," pungkasnya.
Dr. Murdan mengundang para praktisi pendidikan dan mahasiswa untuk hadir dan bersinergi di kampus Pascasarjana IAIQH Bagu guna menyaksikan dimulainya era baru pengelolaan ilmu pengetahuan di NTB. (SN)
