Notification

×

Iklan

Iklan

Sakra Selatan Masuk Nominasi Desa Berkinerja Baik Tingkat Nasional, Wabup Tekankan Keberlanjutan Program

Kamis, 24 September 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T08:35:35Z

Wabup Lotim di Acara Verifikasi Lapangan Tim Kemendes PDTT di Desa Sakra Selatan

SELAPARANGNEWS.COM - Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, masuk dalam nominasi Desa Berkinerja Baik dalam rangka Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional Tahun 2026.

‎

‎Sebagai bagian dari proses penilaian, Tim Verifikasi Lapangan yang terdiri dari Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan (PSBLDP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan verifikasi di Desa Sakra Selatan, Kamis (24/9/2026).

‎

‎Kehadiran tim verifikasi tersebut diterima langsung Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya di Kantor Desa Sakra Selatan.

‎

‎Dalam sambutannya, Wabup Edwin menyampaikan bahwa kehadiran Tim Verifikasi Nasional menjadi pemicu semangat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk semakin memperkuat komitmen dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

‎

‎Menurutnya, penanganan stunting bukan pekerjaan yang mudah dan tidak dapat dilakukan secara instan. Hasil dari berbagai intervensi tidak bisa langsung terlihat hanya dalam waktu dua atau tiga bulan, sebab upaya tersebut berkaitan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

‎

‎“Dalam membangun manusia diperlukan ketelatenan dan inovasi,” kata Edwin.

‎

‎Ia kemudian menyoroti salah satu inovasi yang dikembangkan Desa Sakra Selatan, yakni GETAK MAKO (Gerakan Tolak Merarik Kodek). Program tersebut menjadi salah satu upaya mencegah pernikahan anak di bawah umur yang menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko stunting.

‎

‎Wabup menegaskan bahwa proses penilaian bukanlah titik akhir. Baginya, keberlanjutan program dan praktik baik yang telah dilakukan desa justru menjadi hal yang paling penting.

‎

‎“Apapun hasil penilaian nantinya, praktik-praktik baik dari desa, khususnya Desa Sakra Selatan, akan direplikasi ke desa-desa lainnya di Lombok Timur,” ujarnya.

‎

‎Menurutnya, desa merupakan basis penting dalam pelaksanaan berbagai program pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Karena itu, inovasi yang telah berjalan di Sakra Selatan diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan di wilayah lainnya.

‎

‎Wabup juga berharap langkah pencegahan dan intervensi stunting dapat terus dimaksimalkan sejalan dengan pengembangan potensi daerah. Upaya yang dilakukan sejak dini dan dilaksanakan secara konsisten diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

‎

‎Sementara itu, Ketua Tim Penilai Aprilia Kurnia Dewi menjelaskan bahwa kehadiran tim verifikasi lapangan tidak hanya bertujuan melakukan penilaian, tetapi juga mempelajari berbagai praktik baik yang telah dilaksanakan oleh desa.

‎

‎Ia meminta jajaran pemerintah desa dan masyarakat tidak merasa tegang selama proses verifikasi serta menyampaikan kondisi dan berbagai program penanganan stunting secara apa adanya.

‎

‎Ia berharap Desa Sakra Selatan mampu mencapai hasil terbaik dalam penilaian tahun ini.

‎

‎Aprilia menegaskan, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi. Keterlibatan aktif kader posyandu, PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), TP3S kecamatan, serta seluruh lapisan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

‎

‎Tim juga melihat bagaimana desa mengintegrasikan penganggaran penanganan stunting, mengoptimalkan pelayanan bagi ibu dan anak, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.

‎

‎Ia mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan desa secara mandiri. Karena itu, Kepala Desa Sakra Selatan diminta terus membangun kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.

‎

‎Berbagai inovasi dan praktik baik yang telah dibangun Desa Sakra Selatan juga diharapkan tetap dilanjutkan meskipun proses penilaian telah selesai.

‎

‎Selanjutnya, Tim Verifikator Nasional melakukan telusur dokumen dan verifikasi lapangan dengan didampingi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kecamatan, KPM, serta TP PKK Desa.

‎

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim TP3S Provinsi NTB, sejumlah Kepala OPD Kabupaten Lombok Timur, Tim TP3S Kecamatan, unsur Forkopimcam Sakra, Kepala Puskesmas, UPT Dikbud, UPT Dukcapil, Kepala Desa, Ketua BPD, kader posyandu, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda setempat. (SN) 

×
Berita Terbaru Update