![]() |
| Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat mengambil sumpah jabatan 115 Kepala Sekolah di Ballroom Kantor Bupati |
SELAPARANGNEWS.COM – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan moral generasi muda, tidak hanya memastikan keberhasilan pendidikan secara akademik. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pelantikan 115 kepala sekolah di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Jumat (30/10/2026).
Dalam arahannya, Bupati mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang berbeda karena berkaitan langsung dengan pembentukan karakter anak sejak usia dini, mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP. Menurutnya, para kepala sekolah harus mampu membentuk generasi yang memiliki akhlak, adab, etika, menghormati orang tua, serta taat kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya, adat, dan moral di tengah perkembangan zaman dan digitalisasi. Menurutnya, kemajuan teknologi memang memberikan banyak kemudahan, tetapi harus tetap diimbangi dengan penguatan identitas budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat.
Bupati mencontohkan masyarakat Uighur di China yang menurutnya menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas budaya di tengah modernisasi. Karena itu, ia meminta dunia pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga memastikan nilai-nilai moral tetap menjadi landasan dalam mendidik generasi penerus.
"Kita berada di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki tagline religius. Artinya, kita secara keseluruhan sangat menjunjung tinggi aturan, norma, dan adab. Masjid kita banyak, marbot juga banyak, sehingga kita tidak segan mencantumkan diri sebagai kabupaten religius. Tetapi religius itu bukan hanya terlihat dari luar, melainkan juga harus tercermin dalam batin," tegasnya.
Ia berharap pendidikan karakter dan keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan berbasis agama, tetapi juga diterapkan secara konsisten di sekolah negeri. Bahkan, ia mengapresiasi sekolah-sekolah yang telah memberikan pembinaan keagamaan, termasuk program menghafal Al-Qur'an bagi peserta didik.
Selain itu, Bupati mengingatkan para kepala sekolah agar menjaga integritas dan menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukan hanya disaksikan Allah SWT, tetapi juga oleh seluruh pihak yang hadir, masyarakat, serta orang tua siswa.
"Mari kita mulai amanah ini dengan akhlakul karimah. Pertama bertakwa kepada Allah, kemudian berbakti kepada orang tua, baru kemudian berbakti kepada guru," ujarnya.
Bupati juga menyoroti fenomena peserta didik yang mulai berani melawan guru. Menurutnya, salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah penggunaan telepon genggam yang membuat anak-anak mudah mengakses berbagai informasi dan konten tanpa pengawasan.
Ia menyadari bahwa penggunaan HP di kalangan siswa sulit dihindari. Karena itu, kepala sekolah dan guru diminta tidak sekadar melarang, tetapi melakukan pengawasan agar mengetahui dan mengontrol konten yang diakses peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan sekolah. Ia meminta agar tidak ada praktik pungutan atau pembayaran yang tidak semestinya dalam proses pengangkatan maupun pelaksanaan tugas kepala sekolah.
Ia menegaskan bahwa 115 kepala sekolah yang dilantik harus menjalankan jabatan berdasarkan kemampuan dan kompetensi masing-masing, bukan karena adanya imbalan tertentu. Menurutnya, prinsip transparansi dan keterbukaan harus menjadi budaya dalam lingkungan pendidikan.
"Kita itu transparan, kita itu apa adanya. Karena kita sudah mendengar, KPK sudah mengawasi kita. Tanpa diawasi KPK pun, kita sudah bersumpah," tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan para kepala sekolah mengenai pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan yang membutuhkan anggaran besar. Ia meminta seluruh proses pelaksanaan program tersebut dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai unsur sekolah, termasuk komite serta wakil kepala sekolah.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak penting untuk menghindari kecurigaan, menjaga kepercayaan, serta memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.
"Saya senang karena revitalisasi langsung ke kepala sekolah, sehingga mengurangi beban pengawasan. Karena itu, laksanakan dengan transparan dan libatkan komite serta wakil kepala sekolah. Jangan sampai ada sikap yang mencurigakan," pesannya.
Menutup arahannya, Bupati meminta para kepala sekolah menjadikan kebersihan lingkungan sebagai salah satu prioritas pembenahan, terutama kebersihan kamar mandi dan fasilitas sekolah lainnya.
Ia mengingatkan bahwa penampilan kepala sekolah harus sejalan dengan kondisi lingkungan pendidikan yang dipimpinnya. Pemerintah daerah, kata dia, berencana melakukan inspeksi mendadak untuk melihat secara langsung kondisi sekolah.
"Saya berharap kebersihan mulai ditingkatkan, terutama kamar mandi. Jangan hanya Bapak Ibu yang gagah dan cantik, tetapi sekolahnya kotor. Suatu saat kami akan melakukan sidak," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, mengungkapkan bahwa dari sekitar 280 lebih usulan kepala sekolah yang diajukan pemerintah daerah, baru 115 orang yang memperoleh Pertek dan dilantik.
Pelantikan ini, lanjutnya, dilakukan secara bertahap agar sekolah-sekolah yang selama ini dipimpin Plt dapat segera memiliki kepala sekolah definitif. Pihaknya tidak ingin menunggu seluruh usulan mendapatkan persetujuan, sementara kebutuhan kepemimpinan di satuan pendidikan harus segera dipenuhi.
"Kalau kita menunggu seluruhnya keluar baru kita lantik, sekolah-sekolah yang selama ini dijabat oleh Plt mungkin tidak maksimal. Karena itu, yang sudah keluar Pertek-nya kita lantik terlebih dahulu," jelasnya. (Yns)
