Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Desak Oknum Kawil Mundur, Pemuda: Desa Lain Mungkin Kantornya Dibakar

Selasa, 29 Desember 2020 | Desember 29, 2020 WIB Last Updated 2021-04-01T19:52:17Z

Foto: Warga Segel dan coret tembok kantor desa perian

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Pemuda Desa Perian yang sempat menyegel kantor Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur mendesak agar oknum Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Perian Selatan inisial MN mengundurkan diri dari jabatannya.
Hal tersebut, karena berdasarkan temuan pemuda bahwa oknum tersebut diduga telah melakukan penggelapan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diperuntukkan kepada masyarakat.

"Tuntutan dari pemuda yakni hanya untuk memberhentikan Kawil (Dusun Perian Selatan) untuk berhenti secara permanen," tegas Asror selaku Sekretaris Karang Taruna Desa Perian, pada Selasa, 29 Desember 2020.

Aksi penyegelan kantor Desa Perian, merupakan buntut kekecewaan dari pemuda dan masyarakat setempat. Pasalnya, pemuda telah melakukan musyawarah dengan oknum Kawil

Waktu musyawarah tersebut, ia mengungkapkan bahwa oknum Kawil sudah bersedia mundur dari jabatannya. Namun ketika dikonfirmasi ulang oleh pemuda keesokan harinya, ternyata Kawil tersebut tidak ingin mundur dari jabatan yang diembannya.

"Karena pada pertemuan sebelumnya, Kawil itu bersedia mengundurkan diri. Tapi setelah dikonfirmasi lagi oleh rekan pemuda, malah Kawil itu tidak bersedia mengundurkan diri," paparnya.

Ia meyakini tindakan yang dilakukan oleh pemuda tidak seanarkis yang dibayangkan. Ia menjamin bahwa tidak ada pemuda Desa Perian yang akan berbuat anarkis sehingga menyalahi ketentuan hukum yang berlaku.

"Kalau di Desa lain mungkin kantor Desanya sudah dibakar, tapi kami sebagai pemuda Desa sadar. Hal itu tidak boleh dilakukan," ujarnya.

Menurutnya hanya dengan inilah kemudian tuntutan dari pemuda bisa terpenuhi. Karena pada sebelumnya, dari pemuda juga telah melakukan audiensi dengan pihak-pihak yang terlibat, namun tidak menemukan titik solusi.

Dengan adanya aksi penyegelan yang dilakukan oleh Pemuda setempat, Kepala Desa Perian H. Abdul Muhid sangat mengapresiasi hal tersebut. Karena sebagai ajang perbaikan kinerja pejabat yang ada di Desa Perian ke depannya.

Memang diakuinya, jika perilaku pemuda seperti itu pastinya bertujuan baik untuk perbaikan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pegawai yang ada di pemerintahan Desa Perian.

"Itulah bentuk kepedulian mereka, untuk meningkatkan kinerja pejabat aparatur Desa," jelasnya.

Ia melihat, aksi penyegelan tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat, terlebih lagi dari kalangan pemuda. Yang selama ini Desa Perian menurutnya dikenal tidak pernah bereaksi keras seperti itu, akhirnya bisa melakukan tindakan penyegelan kantor Desa.

Tentunya, ia mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pemuda merupakan salah satu bentuk kritik yang membangun kepada pihak Desa. Dan hal itu tidak dijadikan beban olehnya sebagai pucuk pimpinan di Desa Perian.

Justru, ke depan dengan aksi yang dilakukan oleh pemuda akan berdampak positif ke depannya. Pasalnya, aparat Desa akan tetap merasa terawasi terus-menerus sehingga bisa meningkatkan kapasitas kerjanya.

"Saya merasa sangat terbantu, karena aparat pemerintah Desa juga pasti akan merasa terus di awasi kalau begini," ulasnya.

Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat dan pemuda sangat ia butuhkan saat ini, sebab dirinya mengaku kalau pengwasan dilakukan sendiri maka tidak akan menghasilkan buah yang maksimal.

Adapun terkait dengan tuntunan pemuda setempat, menurutnya itu merupakan hal yang positif juga. Nantinya, tuntutan yang diinginkan oleh pemuda akan di tindak lanjuti olehnya.

"Kalau saya berpandangan positif saja, karena itu sebagai penyampaian aspirasi juga," katanya.

Saat ini, kata Muhid pihaknya telah melakukan koordinasi terkait dengan tuntunan pemuda yang menginginkan agar salah satu Kawil yang ada di Desa Perian bisa diberhentikan secara permanen.

Dirinya juga mengaku, sampai dengan saat ini pihaknya masih kurang mengetahui tentang aturan-aturan yang berkaitan dengan tuntutan pemuda tersebut. Oleh sebab itulah, dengan adanya penyegelan itu sedikit tidak memberikan wawasan baru bagi pihaknya.

"Tentu jika ada penambahan-penambahan wawasan seperti ini, harus dilakukan dengan cara-cara yang baik juga," imbuhnya. (fgr)

×
Berita Terbaru Update