Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hadiri Ritual Nyentulak Desa, H. Rumaksi Sampaikan Pentingnya Persatuan dan Menerima Perbedaan

Senin, 01 Februari 2021 | Februari 01, 2021 WIB Last Updated 2021-04-01T18:22:05Z

Foto: H. Rumaksi Sjamsudin, S.H. Wakil Bupati Lombok Timur

Lombok Timur, Selaparangnews.com – Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur, H. Rumaksi Sjamsudin, SH menghadiri acara Lombok Mercusuar dengan rangkaian doa bersama menolak bala bersama tokoh agama, tokoh adat, tokoh budaya dan seluruh elemen masyarakat.


Hadir pada kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Kepala BIN Daerah, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Kapolres, Perwakilan Kodim 1615/Lombok Timur, Camat Sembalun,  Kepala Desa, para sesepuh 44 penghulu gunung, kiyai, pemangku, dan toa- lokak.


Kegiatan ini berlangsung di berugak keagungan yang ada di Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, bersama para pejabat, penghulu adat, tokoh-tokoh, kiyai seluruh elemen,  dipimpin kiyai adat.


Dalam sambutannya, H. Rumaksi Sj menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya meminimalisir dampak berbagai bencana, baik alam maupun non alam.


Wabup mencontohkan salah satu bencana yang tengah dihadapi saat ini adalah Covid -19 yang di Indonesia kasusnya sudah tembus 1 juta lebih orang.


“Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk penanggulangannya. Karenanya diharapkan melalui doa yang dipanjatkan bersama dapat segera mengakhiri pandemi ini,” harap Wabup. Senin,01/02/2021.


Wabup juga mengingatkan pentingnya persatuan dengan menerima perbedaan-perbedaan yang ada, serta melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah semakin meluasnya penyebaran covid-19.


Sekda Provinsi NTB yang juga ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTB mengungkapkan hal serupa, yaitu pentingnya menerapkan protokol kesehatan 3M.


Ia menggambarkan kondisi dan penyebaran covid-19 di Provinsi NTB hingga 31 Januari yang mencapai 7667 orang, di mana yang masih dalam perawatan jumlahnya mencapai lebih dari seribu kasus (1448 orang).


Diperkirakan tanpa adanya upaya signifikan untuk pengendalian, termasuk kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan serta vaksinasi maka pada tahun 2021 mendatang angkanya bisa mencapai 15-20 ribu kasus.


Diharapkan  doa yang dilakukan dapat menekan angka kasus dibarengi penerapaan 3M. Diingatkannya pula untuk mewaspadai bencana hidro-meteorologi dan bencana lainnya sebelum menutup sambutan dengan lantunan tembang sasak.


Ritual nyentulak desa ini dilaksanakan untuk melestarikan adat dan budaya gotong royong masyarakat sasak dan sebagai wadah silaturahmi seluruh tokoh di pulau Lombok sekaligus doa bersama untuk mencegah dampak bencana yang terjadi di Gumi Selaparang ini. (Red)

×
Berita Terbaru Update