Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sempat Vakum, PGRI Cabang Suela Kini Terbentuk Kembali

Minggu, 28 Februari 2021 | Februari 28, 2021 WIB Last Updated 2021-04-01T18:34:16Z




Lombok Timur, Selaparangnews.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)  Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, pada Sabtu, 27 Februari 2021 kemarin, kembali menggelar Konferensi Cabang di SDN 2 Suela, untuk melakuan pembentukan pengurus baru setelah sempat vakum lantaran pengurusnya kurang lengkap.


Lalu. Muh. Jauhari Marjani,  pengurus demisioner yang juga sebagai kepala UPT Kecamatan Suela mengungkapkan bahwa, kegiatan konfercab itu dilaksanakan atas dasar instruksi Ketua PGRI terpilih Kabupaten.


"Konferensi Cabang ini untuk menindaklanjuti intruksi aketua PGRI Kabupaten yang baru saja terpilih," ujarnya. Minggu, 28/02/2021.


Pengurus PGRI Kabupaten, kata dia, memberikannya tenggat waktu sampai akhir bulan Februari untuk membentuk struktur pengurus yang baru. "Hari ini terakhir, " sambung Muh. Jauhari Marjani.


Sebenarnya, kata Muh. Jauhari Marjani, Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Suela Periode 2014-2019 yang lalu sudah terbentuk. Namun, karena adanya kendala serta personil yang belum lengkap sehingga pengurusannya hanya berjalan kurang 1 tahun, karena ketua terpilih dimutasi ke luar kecamatan.


"Ketua PGRI yang dulu kebetulan kepala UPTD dan dimutasi ke luar kecamatan dan seharusnya Konferensi ini dilaksanakan tahun 2019 lalu tapi realisasinya baru tahun 2021 ini," ungkapnya.


Sementara itu, lanjutnya, aturan yang tidak tertulis tetapi diyakini betul oleh rekan-rekan yang ada di PGRI tersebut, bahwa jika ada salah satu pengurus yang pindah tugas ke luar kecamatan maka secara otomatis hak-haknya dicabut dan tidak boleh menjadi pengurus di kecamatan tersebut.


"Tapi saya belum menemukan aturan mutlaknya atau AD ART yang mengatakan demikian," kata dia.


Seiring dengan berjalannya waktu, lanjutnya, ketua terpilih yang dulu itu digantikan oleh Kepala UPT sebelumnya. Maka, sampulnya, secara otomatis PGRI cabang Suela goyah, karena ketua yang ditunjuk oleh rekan-rekan PGRI bukan orang Suela, sehingga pada akhirnya jarang komunikasi dan koordinasi.


"Perjalanannya selama 4 tahun kepemimpinan PGRI cabang suela yang dialih itu, ya seperti hidup segan mati tak mau, artinya jalan begitu saja, dikatakan berjalan juga iya dikatakan tidak juga ya begitu," keluhanya.


Lebih lanjut Pria yang kerap disapa miq Marjan itu berharap kepada kepengursan PGRI yang baru saja terbentuk ini supaya lebih bisa kolaboratif dalam menjalankan roda organisasi.


"Jadi harapan saya selaku pengurus yang sudah didemisioner supaya pengurus yang muda-muda ini yang cerdas supaya lebih berperan aktif dalam menjalankan perannya," harapnya.


Ia juga berharap kepada kepengrusan yang baru supaya bisa memperjuangkan guru guru tidak tetap (GTT) untuk bisa ikut dalam kepengurusan PGRI.


"itu harapan kita supaya tidak ada yang di kotomi tidak ada yang di rugikan antara guru PNS dan guru Honorer jadi sama," tegasnya. 


Di tempat yang sama, Sumiadis, ketua terpilih mengugkapkan bahwa ke depannya PGRI kecamatan suela akan berusaha akan lebih baik dari sebelumnya.


"Belajar dari pengalaman yang sudah lewat tentunya kita ingin lebih baik dalam memperjuangkan hak-hak teman guru," ungkapnya.


Kemudian terkait dengan program ke depanya, kata Sumiadis, program pertama ia yang dilakukan ialah membuat Kartu Tanda Anggota (KTA). 


"Terkait dengan program, nantinya kita akan sesuaikan dengan Program PGRI Kabupaten karena kita baru terpilih nanti kita akan rapatkan terlebih dahulu," tutupnya. (Izi)


×
Berita Terbaru Update