Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ternyata Ini Sebab Puluhan Calon Jama'ah Haji di Lotim Tarik Kembali Uangnya

Minggu, 06 Juni 2021 | Juni 06, 2021 WIB Last Updated 2021-06-06T05:01:49Z
Ilustrasi  Calon Jama'ah Haji

Lombok Timur, Selaparangnews.com -  Sebanyak 89 orang Calon Jama'ah Haji (CJH) di Kabupaten Lombok Timur menarik kembali Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) yang sudah disetor.


Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur Rahmatullah mengatakan pengambilan uang BPIH yang dilakukan CJH itu tidak serta merta karena ketidak pastian keberangkatan pada tahun ini, melainkan karena ada faktor lain, seperti  meninggal dunia, sudah pernah berhaji dan ada juga karena faktor ekonomi.


"Sejak Januari 2021 hingga sekarang tercatat 89 orang Calon Jamaah Haji  Lombok Timur mengambil Uang Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH)," sebutnya.


Rahmatullah menjelaskan, 89 orang CJH yang mengambil BPIH tersebut bukan jamaah yang tertunda keberangkatannya, namun jamaah tersebut merupakan jamah yang sudah menyetorkan dananya sejak 2015 lalu.


"Kalau jamaah kita yang tertunda keberangkatannya itu sampai sekarang belum ada yang mengambil uangnya," kata dia.


mengambil BPIH itu atau tidak, kata dia, sepenuhnya haknya jama'ah. Namun, lanjutnya, ketika CJH ingin mengambil uang BPIH tersebut, pihaknya akan menanyakan alasan, berusaha untuk bernegosiasi mereka serta melakukan pembinaan.


"Kita tetap bernegosiasi dengan CJH ini, apakah Ia sudah lama melakukan penyetoran atau tidak. Setelah kita negosiasi dan berikan pembinaan banyak juga yang membatalkan," katanya. 


Pada bulan Januari, lanjut Rahmatullah, CJH yang mengambil uang BPIH sebanyak 13 orang,12 di antaranya karena meninggal dunia dan 1 orang karena faktor ekonomi.


Pada bulan Februari sebanyak 8 orang, yakni 7 karena meninggal dunia dan 1 karena faktor ekonomi.


Sedangkan pada bulan Maret dan April sebanyak 54 orang, 24 orang meninggal dunia, 19 orang karena faktor ekonomi, 1 orang karena sedang sakit dan 2 lantaran orang sudah pernah berhaji.


"Bulan Mei kemarin sebanyak 14 orang, 7 orang meninggal dunia, faktor ekonomi sebanyak 5 orang, penerima pelimpahan 1 orang dan 1 orang lagi karena sakit," pungkasnya. (yns)

×
Berita Terbaru Update