Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

70 Persen Hotel dan Warung Makan di Lotim Kantongi Sertifikat CHSE

Selasa, 11 Januari 2022 | Januari 11, 2022 WIB Last Updated 2022-01-11T11:48:13Z

Widayat, M. Pd. Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Sebagai penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama dengan hadirnya event internasional MotoGP yang dimulai bulan Februari yang akan datang, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur terus berbenah memenuhi fasilitas yang dibutuhkan oleh para wisatawan yang datang dari berbagai daerah dan mancanegara. 


Salah satu upaya yang sudah dilakukan Dinas Pariwisata Lombok Timur ialah menyiapkan tempat akomodasi yang layak bagi para turis sesuai standar internasional yakni telah mengantongi sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainable -red). 


"Kesiapannya ialah kita sudah melakukan sertifikasi terhadap hotel dan rumah makan sesuai CHSE," kata Widayat, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten  Lombok Timur, saat dimintai keterangan oleh awak media terkait kesiapan Lombok Timur dalam menyambut event MotoGP tersebut. Selasa, 11/01/2022.


Hotel dan Rumah Makan yang sudah memiliki sertifikat CHSE di Lombok Timur, lanjutnya, ialah sebanyak 70 persen, yang tersebar di seluruh wilayah Lombok Timur. 


Saat ini, kata Widayat, Dinas Pariwisata Lotim terus mendorong pelaku usaha akomodasi dan wisata lainnya di Lombok Timur untuk segera memenuhi sertifikasi CHSE tersebut. Pasalnya, kata dia, para tamu yang datang dari luar, terutama dari mancanegara tentu akan memilih tempat-tempat yang sudah memenuhi standar CHSE tersebut untuk dikunjungi.


Ia menjelaskan, dari keseluruhan hotel di Lotim, ada 22 hotel yang sudah mengantongi sertifikat CHSE tersebut, dengan jumlah kamar secara keseluruhan sebanyak 358 kamar. Sementara yang non hotel seperti home stay, sambungnya, ialah sebanyak 112 home stay dengan jumlah kamar sebanyak 520 buah kamar. 


Ia berharap, dari jumlah kamar yang tersedia itu, dapat terisi seluruhnya saat event MotoGP berlangsung nanti.


Akan tetapi, tandasnya, keterisian kuota akomodasi di Lombok Timur itu sangat bergantung pada kecepatan para ownernya (pemilik atau pengelola -red) dalam menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Agen Pemandu Wisata atau Trip Organizers (TO). 


Pasalnya menurut dia, orang luar negeri belum tentu tahu keberadaan Lombok Timur meskipun sarat dengan destinasi wisata. Karena itu, Ia menyarankan supaya para pengelola pelaku usaha akomodasi dan wisata dapat segera menjalin kerja sama dengan TO tersebut. (Yns)


×
Berita Terbaru Update