Notification

×

Iklan

Iklan

Sepuluh Guru Berprestasi di Lombok Timur Dapat Hadiah Umroh dari Bupati

Sunday, May 15, 2022 | May 15, 2022 WIB Last Updated 2022-05-15T03:51:39Z


Lombok Timur, Selaparangnews.com - Sepuluh orang Guru betul berprestasi di Kabupaten Lombok Timur mendapatkan penghargaan dari Bupati. Pengumuman Guru berprestasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, HM. Juaini Taufik, pada Jum'at, (13/05/2022) lalu saat menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Lombok Timur di halaman Kantor Bupati. 

Selain memberikan piagam penghargaan kepada para guru berprestasi tersebut, Sekda juga mengumumkan bahwa mereka diberikan hadiah umroh pada tahun 2022 ini. 

Adapun Guru berprestasi hasil seleksi tahun 2022 tersebut di antaranya adalah Ernawati, S.Pd asal TK Nahdlatus Shaufiah Wanasaba, Endang Kustini Latif, S.Pd asal TK Aisyah Pancor, Wirantake, S.Pd.,M.Pd asal SDN 4 Perigi, Baiq Suriyatun, M.Pd asal SDN 1 Teros, Syaihun, M.Pd.I asal MI 2 Kelayu Selatan, Baiq Nurul Ihsan, S.Pd asal MI Unwanul Falah NW Paok Lombok, Mahyuddin, SP.,M.Si asal SMPN 1 Keruak, Istiharoh, M.Pd asal SMPN 1 Suralaga, Siti Husnul Khotimah, S.Pd asal MTs, NW Aik Ampat, Haneq Hayaze, S.Pd.

Membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Sekda menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan salah satu upaya memudahkan para guru dan murid di masa pandemi. 

"Hal itu terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran," ujarnya membacakan Amanat Menteri Pendidikan. 

Ia menyebutkan, Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Artinya, simpul Sekda, ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

Terkait dengan keberadaan asesmen nasional yang mengurangi kekhawatiran siswa, lanjutnya, digunakan sebagai refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar, dan memudahkan siswa menghadapi tes kelulusan. 

Kemerdekaan itu, kata dia, juga dinikmati para seniman dan para pelaku budaya yang tak henti menggelorakan semangat dengan bangkit dan mulai berkarya. 

Katanya, hal itu dapat diraih berkat kegigihan seluruh insan pendidikan melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Dampaknya, tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi dan terus menggerakkan pemajuan kebudayaan semakin meningkat.

Apa yang dirasakan siswa, guru, serta seniman juga dirasakan oleh orang tua, serta sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

Kepada para penggerak Merdeka Belajar, Menteri mengingatkan bahwa tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Karena masih banyak tantangan ke depan. (SN) 

×
Berita Terbaru Update