Sreeya dan Fakultas Peternakan, Universitas NW Mataram sebagai mitra strategi perusahaan di wilayah NTB sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat NTB, yang mana daerah NTB adalah daerah penghasil peternak di Indonesia, yakni dengan cara melakukan pendampingan kepada kelompok peternak dengan cara berdialog langsung.
Acara Gathering dan Buka Bersama tersebut sebelum acara, diawali dengan suguhan tarian rudat karya lestari Kekalik Kijang menyambut para tamu undangan yang berbahagia.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kadisnakeswan Provinsi NTB), Khairul Anwar mengatakan dalam sambutan singkatkatnya memperkenalkan produk Sreeya yang dikatakan sangat bagus untuk pakan ternak khusunya untuk program penggemukan sapi.
“..kedepan bila perlu ada MoU atau kerjasama sreeya dengan Dinas untuk pengadaan pakan ternak di NTB yang notabene sebagai daerah penghasil ternak”, pintanya.
Sementara itu Managing Direktur PT. Sreeya Indonesia Tbk, Sri Sumiarsih menyampaikan ucapan terimakasih kepada Fakultas Peternakan, Universitas NW Mataram sebagai mitra perushaan selama ini yang terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat peternak di Lombok, NTB dan para hadirin yang berkenan mengenal produk Sreeya.
Lanjut Sri memaparkan Sreeya hadir sudah dua tahun dan ekpeknya ayam namun sapi juga sangat menggelora pertumbuhannya. Jadi disini saya mau curhat soal industri ayam itu mau dibawa kemana, karena persoalannya harga ayam kayak gangdut kadang untung kadang bunting.
Memang PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk memandang prospek bisnis pakan ternak di tahun ini masih akan tertekan. Namun demikian, perseroan tetap optimis bisnis ini memiliki peluang besar. Sehingga manajemen menargetkan pendapatan tahun ini bisa naik 20% dari tahun sebelumnya. Perseroan melihat beberapa tantangan yang masih membayangi prospek bisnis di tahun ini. Diantaranya harga bahan baku masih cenderung tinggi dan industri perunggasan belum menemukan titik keseimbangan antara supply & demand.
“….Saya berharap ada intervensi dari pihak Dinas Peternakan di daerah untuk menstabilkan harga ayam dengan cara bersinergi dengan para stakeholder terkait dan kerjasama yang erat antara Pemerintah Daerah, Universitas Nahdlatul Whatan (UNW) Mataram dan Sreeya, semoga silaturahmi ini bisa berlanjut dengan kerjasama yang baik dibidang peternakan khususnya ayam di NTB”, harapnya.
Selanjutnya Rektor Universitas Nahdlatul Whatan (UNW) Mataram, DR. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA menyampaian diawal sambutan dibarengi dengan tausiyah Rhamdannya sambil menunggu berbuka puasa menceritakan awal kerjasama PT. Sreeya Sewu Indonesia Tbk dengan Fakultas Peternakan UNW Mataram yang sangat maju dan giat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat atau kelompok ternak di Lombok, karena kebetulan Fakultas Peternakan memiliki binaan kelompok-kelompok ternak
“..tentu kami menyampikan terima kasih kepada PT. Sreeya Sewu Indonesia yang telah mempercayai kami untuk terus melakukan secara bersama-sama dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat soal beternak yang modern”. (***)