Notification

×

Iklan

Iklan

Kadis Dikbud Lotim Awali Kerja dengan Pendataan dan Pemetaan Masalah Pendidikan untuk Tingkatkan Prestasi Sekolah

Selasa, 13 Januari 2026 | Januari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-01-13T05:10:28Z

M. Nurul Wathoni, Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur

SELAPARANGNEWS.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur tengah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap berbagai persoalan pendidikan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih komprehensif ke depan.

‎Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, M. Nurul Wathoni mengatakan bahwa langkah paling mendesak saat ini adalah melakukan validasi data agar seluruh kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data yang akurat.
‎“Kita memang sedang melakukan pemetaan terhadap berbagai macam persoalan, supaya kita bisa mengambil solusi yang lebih komprehensif ke depan. Tapi yang paling fokus saat ini adalah validasi data, karena data yang valid itu yang akan menjadi dasar dalam melakukan kebijakan,” ujarnya kepada wartawan ditemui di Pendopo Bupati. Senin, (12/01/2026). 
‎Selain penataan data, Dikbud Lombok Timur juga mendapat arahan langsung dari Bupati untuk mengangkat prestasi sekolah-sekolah melalui pengembangan minat dan bakat siswa.
‎“Pak Bupati sudah meminta kami untuk segera mendorong prestasi di sekolah-sekolah. Langkah awalnya, kita harus mendorong sekolah untuk melakukan program pengembangan minat dan bakat siswa. Dari sana kita harapkan lahir gudang-gudang prestasi,” jelasnya.
‎Menurut Mantan Kepala MAN 1 Lotim ini, sekolah-sekolah besar diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi peningkatan prestasi pendidikan di Lombok Timur. Untuk itu, pihaknya berencana menyiapkan pilot project di setiap kecamatan, bahkan di tingkat desa, agar terjadi pengimbasan ke sekolah-sekolah lain.
‎Ia mengakui, dengan jumlah lebih dari 2.000 satuan pendidikan mulai PAUD hingga SMP, pembinaan prestasi bukan pekerjaan mudah.
‎“Jumlah sekolah kita sangat banyak. Tidak mungkin langsung mengejar prestasi semuanya. Kita harus dorong dulu proses pembinaannya, baru kemudian kita kawal agar mereka siap dan semangat mengikuti kompetisi,” terangnya.
‎Dalam waktu dekat, Dikbud Lombok Timur juga akan menyusun kalender kegiatan pendidikan sebagai acuan bersama, terutama untuk semester pertama. Selama ini, kegiatan pendidikan dinilai masih bersifat insidental dan belum terjadwal secara sistematis.
‎“Kita ingin ke depan ada kalender kegiatan yang jelas. Supaya kegiatan tidak lagi insidental, tapi terencana dan terukur,” katanya.
‎Terkait kondisi sarana prasarana, Wathoni mengakui masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan rusak yang belum tertangani. Meski pemerintah pusat telah mengalokasikan dana revitalisasi sekolah, kuota yang diterima daerah masih terbatas.
‎“Kami juga berharap bisa menyampaikan ke Bupati, mudah-mudahan ada anggaran yang bisa dialokasikan melalui APBD untuk perbaikan sekolah, terutama yang rusak berat. Seperti kemarin kami dapat laporan ada bangunan sekolah roboh di wilayah Sakra Timur, itu harus cepat kita atensi,” ujarnya.
‎Ia menambahkan, untuk sekolah penerima program rehabilitasi, seluruh proses penentuan dilakukan melalui sistem dengan kriteria khusus, seperti kepemilikan data Dapodik yang valid dan lengkap.
‎“Sekolah hanya mengusulkan sesuai data base. Penentuan sepenuhnya melalui sistem,” jelasnya.
‎Saat ditanya jumlah sekolah yang akan menerima program perbaikan tahun ini, Wathoni menyebutkan pihaknya masih perlu melakukan pengecekan internal.
‎“Ini baru hari pertama kami masuk, kami perlu kumpulkan dulu para kabid untuk memetakan persoalan yang ada. Mohon dukungan semua pihak, termasuk media,” pungkasnya. (Yns) 
×
Berita Terbaru Update