![]() |
| Kadis PUPR Lombok Timur Achmad Dewanto Hadi |
SELAPARANGMEWS.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi mengungkapkan kondisi peralatan yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jalan saat ini sebagian besar sudah berusia tua dan membutuhkan pembaruan untuk menunjang percepatan penanganan infrastruktur.
Dewanto menjelaskan, alat berat paling baru yang dimiliki UPTD Jalan PUPR dibeli pada tahun 2015. Artinya, sebagian besar peralatan telah beroperasi selama hampir satu dekade lebih dan kinerjanya mulai menurun.
“Peralatan kita usianya memang sudah relatif lama. Paling baru itu tahun 2015, sekitar 10 tahun yang lalu. Secara kinerja sudah tidak efektif lagi untuk kebutuhan saat ini,” ujar Dewanto.
Saat ini, UPTD Jalan PUPR Lombok Timur memiliki tiga unit ekskavator, tiga stone crusher, satu trailer pengangkut, serta satu unit dump truck. Meski masih dapat digunakan, Dewanto menilai jumlah dan kondisi alat tersebut belum ideal untuk menjawab luasnya kebutuhan pemeliharaan jalan di Lombok Timur.
“Dengan panjang jalan kita mencapai 1.218 kilometer, alat yang ada tentu belum ideal. Tapi tetap kita optimalkan untuk melayani kebutuhan masyarakat,” katanya.
Kondisi peralatan yang menua ini berdampak pada keterbatasan kemampuan UPTD dalam menangani kerusakan jalan, khususnya kerusakan ringan yang memerlukan respons cepat agar tidak berkembang menjadi kerusakan berat.
Meski demikian, Dewanto memastikan pemerintah daerah mulai melakukan pembaruan secara bertahap. Pada tahun anggaran 2026, Dinas PUPR Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pengadaan sejumlah peralatan baru guna menggantikan alat lama yang kinerjanya sudah tidak maksimal.
“Alhamdulillah, tahun ini kita mulai melakukan penggantian beberapa komponen alat. Ini hasil pembahasan dengan Pak Bupati agar UPTD Jalan bisa lebih responsif,” ungkapnya.
Selain untuk pekerjaan jalan, pembaruan peralatan juga diarahkan untuk mendukung mobilisasi alat berat ke wilayah pedesaan. Salah satunya melalui pengadaan armada angkut berukuran lebih kecil agar bisa menjangkau jalan desa yang tidak dapat dilalui truk besar.
“Kita fasilitasi mobilisasi alat dengan tronton kecil, karena kondisi jalan desa kita banyak yang tidak bisa dilalui kendaraan besar,” jelas Dewanto.
Ia menegaskan, penambahan peralatan akan terus diusulkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya, seiring dengan keterbatasan anggaran daerah dan besarnya kebutuhan infrastruktur.
“Belum ideal, tapi kita mulai dari yang paling mendesak. Tahun depan juga kita dorong lagi penambahan alat, supaya fungsi UPTD Jalan bisa benar-benar optimal,” pungkasnya. (Yns)
