Penggalangan massa ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan konsolidasi akbar yang akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, aktivis, akademisi, praktisi, hingga pemerhati pariwisata Lombok Timur.
Salah satu inisiator APIPI, Abd. Kadir Jaelani mengatakan bahwa konsolidasi ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan masyarakat yang memiliki keresahan yang sama terhadap arah kebijakan pariwisata daerah.
“Pariwisata Lombok Timur hari ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak persoalan yang tidak pernah diselesaikan secara tuntas. Karena itu kami mulai melakukan penggalangan massa sebagai langkah awal untuk konsolidasi,” ujarnya dikonfirmasi lewat telpon. Sabtu, (17/01/2026).
Menurut Kadir, aliansi ini lahir dari keprihatinan terhadap tata kelola pariwisata yang dinilai tidak transparan dan belum memberikan ruang yang adil bagi pelaku lokal, khususnya generasi muda yang berinisiatif mengembangkan potensi daerah secara mandiri.
Ia menegaskan, penggalangan massa bukan ditujukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif agar pariwisata Lombok Timur dikelola secara profesional, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin ada perbaikan serius. Pariwisata seharusnya menjadi lokomotif pembangunan daerah, bukan sumber konflik dan ketidakadilan,” katanya.
APIPI menyebutkan bahwa hasil dari konsolidasi nantinya akan dirumuskan menjadi sikap resmi aliansi, termasuk rekomendasi kebijakan serta langkah lanjutan apabila aspirasi masyarakat tidak mendapatkan respon dari pemerintah daerah.
Aliansi ini berharap pemerintah Kabupaten Lombok Timur membuka ruang dialog dan menjadikan kritik serta masukan dari masyarakat sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sektor pariwisata ke depan. (Yns)
