![]() |
| Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Hamzanwadi resmi membuka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Aula Kantor Desa Perian, Lombok Timur. Mengusung tema “Hidmat Insan Cita” |
SELAPARANGNEWS.COM - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Hamzanwadi resmi membuka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Aula Kantor Desa Perian, Lombok Timur. Mengusung tema “Hidmat Insan Cita”, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen kader HMI dalam menjawab tantangan sosial melalui gerakan pengabdian yang terarah dan berkelanjutan.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Lombok Timur, Ketua Umum HMI Cabang Selong, serta Kepala Desa Perian. Kehadiran unsur alumni dan pemerintah desa menegaskan bahwa gerakan pengabdian ini dibangun di atas kolaborasi lintas generasi dan sinergi bersama masyarakat.
Ketua panitia dalam sambutannya menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bagian dari tanggung jawab ideologis kader HMI terhadap realitas sosial.
Tema Hidmat Insan Cita dipilih sebagai refleksi nilai dasar perjuangan HMI, yakni membentuk insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Dalam konteks tersebut, desa tidak diposisikan sebagai objek kegiatan, melainkan sebagai ruang belajar sekaligus mitra perjuangan.
Secara simbolik, kegiatan pengabdian diterima langsung oleh Kepala Desa Perian sebagai bentuk dukungan dan kepercayaan pemerintah desa terhadap peran mahasiswa dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
Usai prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi strategis yang dipandu Presidium KAHMI Lombok Timur. Forum ini membahas penguatan konsep pengabdian, arah gerak kader, serta agenda kegiatan yang dinilai relevan dengan kebutuhan riil masyarakat Desa Perian.
Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi dan transfer nilai antara alumni dan kader aktif. Pesan utama yang ditekankan adalah agar pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berkelanjutan, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menutup rangkaian kegiatan hari pertama, kader HMI bersama tamu undangan kembali ke posko pengabdian untuk melaksanakan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan salat berjamaah. Momentum ini menjadi simbol pengikat antara pengabdian sosial dan nilai spiritual yang menjadi ruh gerakan HMI.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Perian ini, HMI Komisariat Universitas Hamzanwadi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Pengabdian dijadikan sebagai jalan aktualisasi Insan Cita, sekaligus bukti bahwa mahasiswa bukan sekadar penonton perubahan, tetapi bagian dari ikhtiar mewujudkan perubahan itu sendiri. (SN)
