Notification

×

Iklan

Iklan

Tinjau Progres Pemasangan Jembatan Bailey di Perigi Suela, H. Iron Siap Gelontorkan BTT Untuk Perbaiki Akses Warga

Senin, 12 Januari 2026 | Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T06:00:45Z

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin melihat langsung progres pemasangan Jembatan Bailey di Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela

SELAPARANGNEWS.COM - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meninjau langsung progres pemasangan Jembatan Bailey di Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Senin (12/01/2026). Jembatan darurat tersebut dipasang untuk memulihkan akses masyarakat pasca terputus akibat bencana alam.

‎Dalam kunjungannya, Bupati menyampaikan bahwa pemasangan jembatan masih dalam tahap penyempurnaan dan belum sepenuhnya rampung.
‎“Masih belum selesai sepenuhnya karena masih ada yang harus disempurnakan. Tinggal finishing, penimbunan, perataan, dan juga pembuatan tangga agar masyarakat lebih mudah mengakses sungai,” ujar Bupati di lokasi.
‎Menurutnya, jembatan Bailey ini bersifat pinjaman sementara, yang umumnya digunakan dalam jangka waktu sekitar satu tahun. Namun, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan pembangunan jembatan permanen bisa direalisasikan sebelum masa pinjam tersebut berakhir.
‎“Mudah-mudahan sebelum satu tahun kita sudah punya anggaran untuk membangun jembatan permanen,” tegasnya.
‎Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar mendapat perhatian lebih lanjut. Pasalnya, sungai di wilayah tersebut termasuk kawasan rawan bencana yang hampir setiap tahun menimbulkan dampak kerusakan infrastruktur.
‎Sungai ini, kata Bupati, hampir setiap tahun membawa dampak bencana hingga ke wilayah Kokok Tanggek di Hilir. ‎Ia menekankan pentingnya normalisasi sungai sebagai langkah pencegahan agar kerusakan infrastruktur tidak terus berulang. Menurutnya, jalan dan jembatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh dibiarkan terlalu lama terputus.
‎“Jalan ini kebutuhan dasar. Ini menyangkut pergerakan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat. Jadi harus disegerakan,” katanya.
Bupati juga mengakui sempat terjadi keterlambatan dalam proses pemasangan jembatan akibat kendala manajemen dan padatnya agenda akhir tahun, termasuk koordinasi lintas instansi.
‎“Memang ada sedikit miss dalam manajemen, tapi alhamdulillah hanya terlambat beberapa minggu. Itu masih wajar karena akhir tahun semua pegawai juga fokus menyelesaikan pekerjaan,” ujarnya.
‎Terkait penanganan pascabencana, Bupati menjelaskan bahwa Pemkab Lombok Timur memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menangani kerusakan berskala kecil hingga menengah, khususnya dengan nilai di bawah Rp.1 miliar.
‎“Kalau ada kerusakan kecil tapi berpotensi menjadi pemicu bencana yang lebih besar, saya minta langsung ditangani. Jangan tunggu sampai meluas,” tegasnya.
‎Ia mengarahkan BPBD Lombok Timur agar penanganan bencana dilakukan sejak dini, baik pada fase pra bencana maupun pascabencana, guna mencegah kerusakan yang lebih parah dan merugikan masyarakat.
‎Dengan pemasangan Jembatan Bailey ini, diharapkan akses warga Dusun Aik Beta dan sekitarnya dapat kembali normal, sekaligus menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah daerah.

Salah satu warga setempat bernama Sahrim sangat senang dengan adanya Jembatan tersebut. Katanya, masyarakat Dusun Aik Beta sudah lama mengharapkan perbaikan jembatan itu lantaran menjadi akses utama. 

Karena itu, ia berkali-kali mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada pemerintah, khususnya Bupati Lombok Timur dan Gubernur NTB, termasuk Pangdam Udayana yang telah memfasilitasi Jembatan Bailey tersebut. 

"Setelah jembatan ini ambruk, kami harus berputar lewat seruni mumbul untuk bawa pupuk atau hasil tani, tapi sekarang alhamdulillah harapan kami sudah dipenuhi," pungkasnya. (Yns) 
×
Berita Terbaru Update