Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Korban Bullying, Siswa SD Negeri di Lotim Masuk RS: Ada Luka Memar Hingga Patah Tulang

Selasa, 03 Februari 2026 | Februari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T11:30:53Z

Korban Dugaan Bullying saat dirawat di RSUD Selong

SELAPARANGNEWS.COM - Siswa Kelas 1 SD Negeri di Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur inisial MHASF diduga jadi korban bullying oleh teman sekolahnya, dugaan itu diperkuat dengan pengakuan korban serta adanya luka memar di bagian tubuh hingga dugaan patah tulang pada kaki kiri.


Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soedjono Selong dan masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen guna menentukan tindakan medis lanjutan, termasuk kemungkinan operasi.

Ayah korban Supriadi menuturkan, awalnya Ia tak curiga terhadap adanya tindak kekerasan yang dialami anaknya, dia mengira hanya sakit biasa yang disertai demam tinggi dan kesulitan berjalan.

“Awalnya saya kira sakit biasa. Tapi setelah satu hari tidak bisa jalan, saya tanyakan kenapa kakinya sampai seperti itu,” ujar Supriadi. Selasa, (03/02/2026).

Dari pengakuan korban, diketahui bahwa anaknya mengalami kekerasan di lingkungan sekolah. Korban, kata dia, kakinya diinjak oleh teman sekolahnya hingga mengalami pembengkakan. Pihaknya juga menemukan sejumlah memar di bagian kaki dan tubuh korban.

“Dia bilang kakinya diinjak. Kami juga melihat ada memar di kakinya dan badannya,” jelasnya.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu 28 Januari 2026 lalu. Sehari setelah kejadian, korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun dokter setempat langsung merekomendasikan rujukan ke RSUD Dr R Soedjono Selong untuk penanganan lebih lanjut di ruang bedah.

“Sudah tiga hari dirawat di RSUD. Sekarang masih menunggu hasil rontgen, apakah perlu operasi atau tidak,” paparnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan kejelasan dari pihak sekolah terkait penyelesaian kasus tersebut. Supriadi mengatakan telah berupaya melakukan komunikasi, namun respons yang diterima dinilai belum memuaskan.

“Kami sudah coba komunikasi, tapi tidak ada jawaban jelas. Akhirnya saya unggah di Facebook, baru setelah itu pihak sekolah datang, tapi justru kecewa dengan postingan saya,” tuturnya.

Sementara itu, pihak Kepolisan melalui Polsek Pringgabaya dikabarkan tengah melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan perundungan tersebut. Aparat kepolisian saat ini masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak guna mengetahui kronologi lengkap peristiwa yang menimpa korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim M. Nurul Wathoni mengaku belum menerima informasi terkait kasus tersebut. Ia menyatakan akan segera melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit.

“Terima kasih atas informasinya. Saya akan mengecek langsung dengan mendatangi RSUD Selong,” ujarnya dikonfirmasi terpisah. (Yns) 
×
Berita Terbaru Update