![]() |
| Ar Yandis, Ketua Umum IMM Kabupaten Lombok Timur |
SELAPARANGNEWS.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lombok Timur menyatakan dukungan terhadap program bantuan sosial (bansos) sembako yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp.30 miliar bagi masyarakat miskin ekstrem. Namun, IMM menekankan agar penyaluran bantuan tersebut benar-benar berbasis data yang akurat dan tepat sasaran.
Ketua IMM Lombok Timur Ar Yandis menyampaikan bahwa kebijakan bantuan sosial tersebut layak diapresiasi, terutama karena kondisi cuaca selama bulan Ramadan yang tidak menentu turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para nelayan.
“Program bansos ini patut diapresiasi karena situasi cuaca selama Ramadan cukup buruk. Banyak nelayan kita yang tidak bisa melaut, sementara penghasilan mereka sangat bergantung pada hasil tangkapan harian,” ujarnya lewat siaran tertulis kepada media ini. Kamis, (12/03/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah juga diharapkan memberi perhatian lebih terhadap kondisi ekonomi para nelayan yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem tersebut.
IMM Lombok Timur menegaskan bahwa bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah daerah harus benar-benar dilandasi kepedulian terhadap masyarakat, bukan sekadar kebijakan politik.
“Bansos ini jangan hanya menjadi kebijakan politik, tetapi harus berbasis nurani agar upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem yang disampaikan Bupati benar-benar terwujud,” tegasnya.
Selain itu, IMM juga mendorong agar proses penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang valid dan telah melalui proses verifikasi yang akurat serta akuntabel.
“Penyaluran harus by data dan data tersebut harus diverifikasi secara tepat agar penerima manfaat benar-benar masyarakat yang layak,” katanya.
IMM Lombok Timur juga menyatakan komitmennya untuk ikut mengawal pelaksanaan program bantuan sosial tersebut di lapangan. Organisasi mahasiswa ini bahkan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan apabila ditemukan ketidaktepatan penerima bantuan.
“Kami siap menerima laporan masyarakat terkait penerima manfaat bansos. Jika ada dugaan ketidaksesuaian, kami akan melakukan investigasi berdasarkan kriteria kelayakan penerima dan melakukan validasi faktual di lapangan,” ujarnya.
Langkah tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan bahwa niat baik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam membantu masyarakat benar-benar sampai kepada pihak yang berhak menerima.
“Nilai anggaran bansos ini cukup besar. Jika tidak tepat sasaran dan tidak tepat guna, program ini berpotensi menjadi mubazir,” pungkasnya. (SN)
