![]() |
| H. Makinuddin, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lombok Timur |
SELAPARANGNEWS.COM - Tahapan persiapan pemberangkatan Jama'ah Calon Haji (JCH) di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak mengalami perubahan apapun alias berjalan normal seperti biasanya meskipun konflik di kawasan Timur Tengah masih memanas dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lombok Timur, H. Makinuddin kepada Wartawan. “Kita kan mengikuti dari pusat, sementara pemerintah pusat mengikuti perkembangan dari Arab Saudi, seperti yang dikatakan Wamen Haji dan Umroh itu kan yang paling penting adalah keselamatan Jama'ah,” ujarnya. Senin, (30/03/2026).
Ia menjelaskan, seluruh tahapan persiapan keberangkatan masih berlangsung seperti biasa. Saat ini, pihaknya tengah merampungkan dokumen administrasi jamaah yang masih memerlukan perbaikan.
“Alhamdulillah, kesiapan jamaah kita sudah hampir 100 persen. Tinggal beberapa orang saja yang masih dalam proses,” jelasnya.
Dari sisi jumlah, data jamaah calon haji Lombok Timur juga mengalami penyesuaian. Awalnya tercatat sebanyak 1.309 orang, namun setelah adanya pengunduran diri dan proses penggantian, jumlah tersebut meningkat menjadi 1.401 orang.
“Jumlah ini masih dinamis, bisa saja bertambah jika ada pengunduran diri,” katanya.
Meski situasi geopolitik global belum stabil, jadwal pemberangkatan jamaah hingga kini tidak mengalami perubahan. Kloter pertama dijadwalkan sudah masuk asrama pada tanggal 21 April 2026. “Artinya sampai saat ini semuanya masih normal, belum ada perubahan jadwal,” tegasnya.
Untuk pembagian kloter, jamaah Lombok Timur direncanakan masuk dalam beberapa kelompok terbang utama seperti kloter 1, kloter 6, dan kloter 9. Selain itu, sebagian jamaah juga akan tergabung dalam kloter campuran bersama Lombok Tengah dan Kota Mataram.
Lebih lanjut Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini juga mengusung konsep pelayanan inklusif dengan tagline Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Hal ini bertujuan memberikan kenyamanan dan perlindungan lebih bagi jamaah dengan kebutuhan khusus.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan proses pemberangkatan jamaah calon haji Lombok Timur tetap berjalan sesuai rencana, sembari terus memantau perkembangan situasi global demi menjamin keselamatan seluruh jamaah. (Yns)
