Notification

×

Iklan

Iklan

Satu Dekade Alunan Budaya Pringgasela Dimulai, Diawali Jalan Santai Bersama Wakil Bupati Lotim

Minggu, 19 Juli 2026 | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T04:27:49Z

Jalan santai Wabup Lotim bersama masyarakat sebagai acara pembuka Alunan Budaya Pringgasela yang sudah memasuki satu dekade

SELAPARANGNEWS.COM - Perhelatan Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 resmi memasuki satu dekade penyelenggaraannya dengan menggelar Car Free Day dan jalan santai yang dipusatkan di kawasan Tugu Juang Pringgasela Raya (Tugu Mopra), Ahad (19/07/2026). Ribuan masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi pembuka rangkaian festival budaya tersebut.

‎Jalan santai secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya yang dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada masyarakat Pringgasela atas kekompakan mereka dalam menjaga tradisi, budaya, sekaligus semangat kebersamaan.

‎Menurut Wabup Edwin, Desa Pringgasela selama ini dikenal luas sebagai sentra tenun khas Lombok yang memiliki nilai budaya tinggi. Namun, lebih dari itu, masyarakatnya dinilai berhasil mempertahankan adat istiadat dan semangat gotong royong yang menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.

‎"Pringgasela tidak hanya memiliki keistimewaan dengan kain tenunnya yang indah, tetapi juga masyarakat yang kompak dalam menjaga adat, budaya, dan kebersamaan. Inilah kekuatan yang harus terus kita pelihara," ujarnya.

‎Wabup menegaskan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan terus mendukung berbagai kegiatan berbasis masyarakat seperti Alunan Budaya karena dinilai mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menggerakkan sektor ekonomi, pariwisata, dan pelestarian budaya.

‎"Pemerintah daerah akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif berbasis kemasyarakatan seperti ini. Karena pembangunan Lombok Timur tidak akan berjalan lancar tanpa adanya masyarakat yang sehat, rukun, dan optimistis seperti warga Pringgasela," tegasnya.

‎Selain menjadi sarana olahraga, Wabup menilai jalan santai juga memiliki makna sosial yang besar. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mempererat tali silaturahmi, saling menyapa, memperkuat persaudaraan, serta menikmati kebersamaan dalam suasana yang penuh kegembiraan.

‎Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga ketertiban dan kebersihan selama mengikuti kegiatan sehingga semangat kebersamaan yang dibangun dapat berjalan selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan.

‎Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 mengusung tema Srimananti", yang merepresentasikan harapan, peran perempuan, serta identitas tenun khas Pringgasela sebagai warisan budaya yang terus dijaga dan dikembangkan.

‎Festival yang telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) itu dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 19 hingga 25 Juli 2026, dengan menghadirkan beragam agenda menarik, di antaranya Community Show, Karnaval Ceria, Khizib Akbar, Pesta Kuliner, Karnaval Tenun, hingga konser musik.

‎Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Alunan Budaya Pringgasela diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya lokal, tetapi juga mampu memperkuat daya tarik pariwisata Lombok Timur serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat berbasis kearifan lokal. (SN) 

×
Berita Terbaru Update