![]() |
| Kapolres Lombok Timur AKBP. Ariakta Gagah Nugraha |
SELAPARANGNEWS.COM – Polres Lombok Timur menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Lombok Timur.
Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel Polres Lombok Timur yang bekerja sama dengan tim dari Polda NTB untuk melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di lapangan.
"Masalah BBM ini memang terjadi di beberapa wilayah. Kami sudah menurunkan tim dari Polres Lombok Timur bersama Polda NTB untuk mengecek stok BBM yang ada di lapangan," ujarnya kepada media di Mapolres Lombok Timur. Selasa, (4/8).
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah stok BBM mencukupi kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi faktor yang menyebabkan antrean panjang di SPBU.
Selain mengecek stok, kepolisian juga memantau jam operasional sejumlah SPBU. Ariakta menilai, terdapat kemungkinan jam operasional SPBU yang tidak sepenuhnya selaras dengan waktu aktivitas masyarakat sehingga memicu penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu.
"Kami juga memonitor jam operasional SPBU yang mungkin tidak sesuai dengan jam aktivitas masyarakat, sehingga kemarin sempat menimbulkan antrean yang panjang," jelasnya.
Terkait dugaan adanya praktik mafia BBM, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan karena proses penelusuran masih berlangsung.
"Kalau dugaan mafia, kami masih belum bisa mengambil kesimpulan yang jelas. Kami masih mencoba menelusuri apa penyebabnya hingga terjadi penumpukan kendaraan di SPBU," tegasnya.
Polres Lombok Timur memastikan akan terus berkoordinasi dengan Polda NTB serta pihak terkait untuk memperoleh gambaran utuh mengenai penyebab antrean panjang tersebut, sehingga langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan. (Yns)
