Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Keluhkan Jalan Provinsi di Perbatasan Kecamatan Labuhan Haji dan Pringgabaya, Berlubang dan Makin Menyempit

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T02:54:54Z

Pengkolan di Desa Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya yang berbatasan langsung dengan Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji

SELAPARANGNEWS.COM - Sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan provinsi yang berada di kawasan pengkolan, tepatnya di perbatasan Kecamatan Labuhan Haji dan Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Kondisi jalan tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan lantaran berlubang dan badan jalan yang semakin menyempit.

‎

‎Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga asal Teko, Kecamatan Pringgabaya melalui siaran tertulis, Selasa (1/9/2026). Menurutnya, kondisi jalan yang berada di sekitar jembatan tersebut cukup memprihatinkan. 

‎

‎Selain permukaan jalan yang berlubang, bagian badan jalan juga disebut semakin menyempit oleh pasir dan tanah, sehingga berpotensi membahayakan pengendara, terutama ketika kendaraan melintas dari arah berlawanan.


‎"Itu kan jembatan dan tanjakan pak, jalannya berlubang dan semakin sempit, kan bahaya sekali bagi pengguna jalan," jelasnya. 

‎

‎Wanita yang mengaku sebagai mahasiswi tersebut meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera turun tangan melakukan perbaikan terhadap ruas jalan tersebut.

‎

‎Ia berharap pemerintah dapat merespons keluhan masyarakat sebagaimana respons yang diberikan terhadap aspirasi atau keluhan yang disampaikan oleh anggota dewan terkait kondisi jalan provinsi di wilayah lainnya.

‎

‎"Tolong Pak Gubernur, masak ketika dewan yang menyampaikan keluhan langsung ditindaklanjuti sementara masyarakat tidak," ujarnya.

‎

‎Ia menilai kondisi jalan di perbatasan Labuhan Haji–Pringgabaya tersebut bahkan jauh lebih memprihatinkan dibandingkan ruas jalan yang sebelumnya dikeluhkan oleh pihak legislatif.

‎

‎Menurutnya, ruas tersebut juga merupakan jalan provinsi yang cukup ramai dilalui masyarakat, termasuk kendaraan roda dua maupun kendaraan berukuran besar.

‎

‎"Jalan ini jauh lebih parah daripada yang diadukan dewan tersebut, dan ini juga sama-sama jalan provinsi yang mungkin lebih banyak dilalui kendaraan besar dan seperti motor," pungkasnya.

‎

‎Warga berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan dari pemerintah, sehingga tidak menimbulkan kecelakaan maupun membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update