Notification

×

Iklan

Iklan

Korban Tenggelam di Pantai Komalasari Pringgabaya Ditemukan Meninggal di Perairan Ijobalit

Senin, 05 Oktober 2026 | Oktober 05, 2026 WIB Last Updated 2026-10-05T05:55:32Z

Ketika korban dibawa ke PKM Korleko 

SELAPARANGNEWS.COM - Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, SA(14), remaja yang terseret arus saat mandi di Pantai Komalasari, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

‎

‎Korban ditemukan mengapung oleh seorang nelayan di kawasan Pantai Maik Anyir, Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.

‎

‎Korban diketahui merupakan warga Dusun Toron, Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya. Korban yang masih duduk di bangku kelas II SMP tersebut sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus gelombang saat mandi bersama teman-teman sebayanya di Pantai Komalasari pada Minggu (4/10/2026).

‎

‎Sejak korban dinyatakan hilang, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Lombok Timur, Tim SAR, BPBD, TNI, serta dibantu para nelayan langsung melakukan pencarian di sepanjang pesisir Pantai Komalasari hingga ke bagian tengah perairan.

‎

‎Pada hari pertama, pencarian belum membuahkan hasil. Pencarian kemudian kembali dilanjutkan pada hari kedua.

‎

‎Di tengah proses pencarian, tim gabungan menerima informasi mengenai adanya mayat yang ditemukan mengapung di Pantai Maik Anyir. Tim kemudian bergerak menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut sekaligus melakukan evakuasi.

‎

‎KBO Satpolairud Polres Lombok Timur, IPDA Suman Yadi.S, mengatakan pencarian korban dilakukan dengan membagi tim menjadi beberapa kelompok untuk menyisir kawasan pesisir dan perairan.

‎

‎"Alhamdulillah, korban sudah ditemukan. Jenazahnya sudah diserahterimakan dengan pihak keluarga korban, untuk dilakukan proses pemakaman di TPU desa setempat," jelasnya.

‎

‎Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Korleko untuk menjalani proses pemeriksaan atau visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

‎

‎Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama teman-teman sebayanya mendatangi Pantai Komalasari pada Minggu (4/10/2026) untuk mandi.

‎

‎Tidak lama setelah mereka berada di laut, gelombang besar datang dan menghantam korban bersama teman-temannya sehingga tiga orang sempat terseret arus ke bagian tengah.


‎Dua orang berhasil diselamatkan, sedangkan korban semakin ke tengah dan hilang setelah terseret arus gelombang yang cukup kuat.

‎

‎Teman-teman korban yang panik kemudian meminta bantuan warga sekitar. Personel Polairud yang menerima laporan langsung menuju lokasi, disusul tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian. Namun, hingga pencarian hari pertama berakhir, korban belum ditemukan.


‎Pencarian kembali dilanjutkan pada Senin (5/10/2026). Hingga akhirnya, sekitar pukul 10.30 Wita, seorang nelayan menemukan tubuh korban mengapung di kawasan Pantai Maik Anyir, Kelurahan Ijobalit.

‎

‎Tim gabungan yang tiba di lokasi kemudian memastikan bahwa jasad tersebut merupakan Saim Akbar, korban yang sebelumnya terseret arus di Pantai Komalasari.

‎

‎Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat. (SN) 

×
Berita Terbaru Update