Notification

×

Iklan

Iklan

‎Bupati Lotim Apresiasi Thohir Yasin Terbitkan Buku tentang Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Senin, 05 Oktober 2026 | Oktober 05, 2026 WIB Last Updated 2026-10-05T08:06:24Z

Bedah Buku Berjudul: "Pandu Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren” di Gedung Rektorat Ma’had 'Aly Ponpes Thohir Yasin Pendang Nangka, Kecamatan Masbagik

SELAPARANGNEWS.COM - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengapresiasi langkah Pondok Pesantren Thohir Yasin yang menerbitkan buku tentang pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.

‎

‎Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Bedah Buku “Pandu Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren” yang berlangsung di Gedung Rektorat Ma’had Aly Thohir Yasin, Senin (5/10/2026).

‎

‎Menurut Bupati, pesantren bukan sekadar tempat untuk menimba ilmu pengetahuan umum maupun agama, khususnya Islam. Pesantren juga memiliki peran penting dalam mengajarkan Al-Qur’an, adab, akhlak, kedisiplinan, serta moral sesuai tuntunan Islam.

‎

‎Karena itu, menurutnya, lingkungan pesantren harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi tempat pembentukan karakter bagi para santri.

‎

‎Bupati menilai penerbitan buku yang mengangkat isu kekerasan di pesantren merupakan langkah positif. Terlebih, menurutnya, belum banyak pondok pesantren yang mengambil langkah serupa untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka.

‎

‎Ia menyebut penerbitan buku tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen nyata Ponpes Thohir Yasin dalam mencegah terjadinya kekerasan, baik kekerasan seksual maupun kekerasan fisik di lingkungan pesantren.

‎

‎Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama dengan berlandaskan sikap saling menghargai. Ia mengutip pesan dalam Surah Al-Baqarah yang mengingatkan manusia agar tidak berbuat melampaui batas.

‎

‎Menurutnya, nilai tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Tidak boleh ada perundungan, pelecehan, olok-olokan, kekerasan verbal maupun caci maki yang dapat merendahkan dan menyakiti orang lain.

‎

‎Bupati bersyukur apabila hal-hal tersebut dapat dicegah dan tidak terjadi di lingkungan Ponpes Thohir Yasin. Sebab, para orang tua menitipkan anak-anak mereka ke pesantren dengan harapan mendapatkan pendidikan agama sekaligus pembentukan akhlak dan karakter.

‎

‎“Para orang tua mempercayakan anak-anak mereka ke pesantren dengan harapan mereka mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai hal-hal tersebut,” ujar Bupati.

‎

‎Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada penulis buku, Joko Jumadi. Ia berharap buku tersebut tidak berhenti sebagai sebuah karya tertulis, tetapi mampu menularkan semangat positif kepada pesantren-pesantren lainnya di Lombok Timur.

‎

‎Ia bahkan mendorong agar kegiatan bedah buku serupa dapat dilaksanakan di pondok pesantren lainnya sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi para santri.

‎

‎Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa buku yang telah dicetak tersebut harus dipelajari dan dipahami oleh seluruh pihak yang berkaitan dengan kehidupan pesantren, mulai dari ustadz, guru, pemangku kepentingan, santri hingga wali santri.

‎

‎“Buku ini harus dibaca dan dipraktikkan secara nyata, bukan hanya dibaca judulnya lalu disimpan di rak,” tegasnya.

‎

‎Bupati juga menilai para narasumber yang hadir dalam kegiatan bedah buku tersebut memiliki kapabilitas yang tidak diragukan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyambut baik kegiatan tersebut.

‎

‎Ia mengaku langsung memutuskan untuk hadir setelah melihat flyer kegiatan bedah buku tersebut.

‎

‎“Pemda Lotim sangat mengapresiasi dan menyambut baik acara ini,” katanya.

‎

‎Bupati berharap pesan yang disampaikan melalui buku tersebut dapat dipahami, diresapi dan diterapkan oleh seluruh pihak, sehingga upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren dapat dilakukan secara nyata dan berkelanjutan.

‎

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Lombok Timur, Ketua Yayasan, para tuan guru, jajaran pengurus Thohir Yasin, ustadz dan ustadzah, perwakilan Kementerian Agama, serta para santri. (SN) 

×
Berita Terbaru Update