Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Lombok Timur Gelar Salat Istisqo, Bupati Ajak Warga Muhasabah dan Jaga Lingkungan

Kamis, 08 Oktober 2026 | Oktober 08, 2026 WIB Last Updated 2026-10-08T07:15:48Z


SELAPARANGNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melaksanakan salat Istisqo atau salat memohon hujan di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT di tengah kondisi kekeringan dan kekurangan air yang melanda sejumlah wilayah.

‎

‎Salat Istisqo tersebut dihadiri Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik. Hadir pula seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta jajaran karyawan Pemkab Lombok Timur.

‎

‎Bertindak sebagai imam dalam salat tersebut TGH. Muhayyan, sedangkan khatib diisi oleh TGH. Khusyairi.

‎

‎Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengatakan, pelaksanaan salat Istisqo merupakan wujud permohonan kepada Allah SWT agar Kabupaten Lombok Timur diberikan hujan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

‎

‎“Hari ini kita sujud bukan dengan kesombongan, tetapi dengan ketundukan; bukan dengan kekuatan, tetapi dengan mengakui kelemahan di hadapan Allah SWT. Salah satu bagian utama dari hujan adalah rahmat dari Allah,” ujarnya.

‎

‎Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan kondisi kekeringan dan kekurangan air saat ini sebagai momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Ketika hujan belum turun, masyarakat diminta merenungkan kondisi yang sedang dihadapi, memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta menjaga hubungan dengan alam.

‎

‎Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan Al-Qur’an Surah Nuh ayat 10–11 yang mengajarkan pentingnya memohon ampun kepada Allah SWT.

‎

‎“Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu,’” demikian arti ayat tersebut.

‎

‎Bupati menegaskan, dalam menghadapi kesulitan, masyarakat perlu bersabar dan memperbanyak istighfar serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

‎

‎“Hari ini salat Istisqo. Mari kita memohon dengan hati yang bersih, dengan ketundukan, dan dengan mengakui kelemahan kepada Allah agar Allah semata menurunkan hujan sesuai yang diharapkan,” ajaknya.

‎

‎Ia juga menegaskan bahwa berbicara mengenai air berarti berbicara tentang kehidupan. Air sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, terutama bagi para petani dan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat Lombok Timur.

‎

‎Karena itu, Pemerintah Daerah, kata Bupati, akan terus melakukan berbagai langkah dan berupaya membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi keterbatasan ketersediaan air.

‎

‎Selain memohon turunnya hujan, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan maupun sumber mata air, serta menggunakan air secara bijak.

‎

‎“Menjaga alam adalah bagian dari amanah,” tegasnya.

‎

‎Menurut Bupati, momentum salat Istisqo diharapkan tidak berhenti pada permohonan turunnya hujan, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak istighfar dan sedekah, saling membantu, serta meninggalkan berbagai perbuatan yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah SWT.

‎

‎Sementara itu, TGH. Khusyairi dalam khutbahnya mengingatkan jamaah agar senantiasa bersabar dan memperbanyak istighfar sebagai bentuk ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi musibah atau kesulitan.

‎

‎Ia mengajak seluruh jamaah melakukan muhasabah dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan.

‎

‎Usai pelaksanaan salat Istisqo, jamaah diajak untuk terus meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, memperbanyak istighfar serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kekeringan dan kekurangan air di Kabupaten Lombok Timur. ( SN) 

×
Berita Terbaru Update