Notification

×

Iklan

Iklan

Pertahankan Prestasi TPAKD Award, Lotim Terbaik di Wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua ‎

Jumat, 23 Oktober 2026 | Oktober 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T16:10:59Z

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin

SELAPARANGNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menorehkan prestasi di ajang Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026. TPAKD Lombok Timur berhasil mempertahankan predikat terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua.

‎

‎Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

‎

‎Keberhasilan ini tidak terlepas dari sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam memperluas akses keuangan masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peternak, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan.

‎

‎Salah satu program andalan yang menjadi penopang capaian tersebut adalah Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang). Program yang telah berjalan sejak 2020 itu terus dilanjutkan hingga saat ini sebagai upaya memberikan kemudahan akses permodalan sekaligus membantu masyarakat terhindar dari jeratan rentenir.

‎

‎Sejak dilaksanakan, Lotim Berkembang telah memberikan fasilitas kredit tanpa bunga kepada 14.564 debitur, baik dari kalangan peternak maupun pelaku UMKM. Total kredit yang disalurkan mencapai lebih dari Rp170 miliar, dengan subsidi yang telah diberikan pemerintah daerah mencapai lebih dari Rp5,944 miliar.

‎

‎Pelaksanaan program tersebut didukung sinergi dengan sejumlah lembaga keuangan, di antaranya BRI, BNI, BCA, dan Pegadaian. Kolaborasi tersebut turut didukung fasilitasi serta pendampingan kepada penerima manfaat dari hulu hingga hilir.

‎

‎Dari sisi kualitas pembiayaan, program Lotim Berkembang mencatat rata-rata *non-performing loan* (NPL) atau kredit bermasalah sebesar 1,03 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator dalam pelaksanaan program pembiayaan yang menyasar masyarakat produktif.

‎

‎Selain Lotim Berkembang, pengembangan Ekosistem Pondok Pesantren Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan di Lombok Timur.

‎

‎Melalui program EPIKS, lembaga keuangan syariah hadir di lingkungan pondok pesantren dengan menawarkan berbagai layanan, mulai dari pembukaan rekening, layanan gadai, cicil emas, hingga tabungan emas. Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan santri serta masyarakat pesantren.

‎

‎Upaya perluasan akses keuangan juga dilakukan melalui Program Satu Pelajar Satu Rekening atau KEJAR. Hingga saat ini, jumlah rekening pelajar di Lombok Timur tercatat mencapai 325.620 rekening, dengan total tabungan lebih dari Rp77 miliar.

‎

‎Capaian tersebut menunjukkan upaya perluasan inklusi keuangan tidak hanya menyasar pelaku usaha dan masyarakat produktif, tetapi juga generasi muda melalui pembiasaan menabung sejak dini.

‎

‎Berbagai program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas TPAKD 2026, yang menekankan pentingnya percepatan akses keuangan bagi masyarakat sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

‎

‎Presiden menegaskan, akses keuangan tidak boleh hanya dimaknai sebagai tersedianya pembiayaan. Lebih dari itu, petani, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga di seluruh pelosok Indonesia harus memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan.

‎

‎Ekonomi yang kuat, menurut Presiden, adalah ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

‎

‎Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi peningkatan penyaluran kredit untuk rakyat yang telah mencapai sekitar Rp53 triliun dengan dua juta penerima manfaat. Pemerintah menargetkan penyaluran kredit tersebut meningkat hingga Rp400 triliun pada tahun mendatang, dengan sasaran sekitar 28 juta keluarga, terutama petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

‎

‎Rangkaian Rakornas TPAKD 2026 turut diisi dengan peluncuran *Roadmap TPAKD 2026–2030* oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peta jalan tersebut diarahkan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di daerah agar akses terhadap layanan keuangan semakin luas dan merata.

‎

‎Keberhasilan mempertahankan predikat terbaik TPAKD Award 2026 di wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua menjadi capaian bagi Lombok Timur dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Ke depan, keberlanjutan program pembiayaan, penguatan ekosistem keuangan syariah, serta perluasan kepemilikan rekening diharapkan semakin mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (SN) 

×
Berita Terbaru Update