Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Yayasan Maraqitta’limat Ajak Santri dan Jamaah Lawan Faham Radikalisme

Sabtu, 12 Desember 2020 | Desember 12, 2020 WIB Last Updated 2021-04-01T19:54:16Z


Lombok Timur, Selaparangnews.com – Yayasan Maraqitta’limat, yang ada di Desa Mamben, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mengajak ratusan santri dan jamaahnya untuk melawan faham radikalisme, demi menjaga keutuhan umat, bangsa dan negara.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Maraqitta’limat, TGH. Hazmi Hamzar, dalam pengajian silaturahmi di Kompleks Pondok Pesantren Maraqitta’limat pada Sabtu, 12 Desember 2020.

“Melihat kondisi Negara saat ini,  sikap kita khususnya jamaah Maraqitta’limat harus jelas terhadap faham radikalisme ini,”tegas TGH. Hazmi Hamzar. Sabtu, 12/12/2020.

Ia menegaskan, faham radikalisme di Negara ini tak boleh dibiarkan berkembang.  Sebab, jika itu dibiarkan berkembang, maka bumi pertiwi akan hancur.

Demikian juga, sikap su’udzon (Buruk Sangka) terhadap aparat, pemerintah dan ulama yang terus muncul akhir-akhir ini terjadi yang menganggap segala sesuatu yang ada di Indonesia tidak beres,

TGH. Hazmi Hamzar menilai bahwa sikap semacam itulah yang menjadi cikal bakal munculnya faham radikal itu,  karena  menganggap orang lain tidak ada yang benar selain dirinya sendiri.

“Bangsa ini kerap dijadikan oleh pihak tertentu, sebagai korban Jasus (mencari kesalahan),” ujarnya.

Atas dasar itulah, dirinya mengajak untuk membantu pemerintah dan aparat, menggunakan pikiran, bagaimana caranya supaya bangsa dan agama lebih baik ke depan.  Sebab, baginya, selama sifat Jasus itu ada dalam diri, apa pun itu tidak ada yang selesai.

“Kalau semua dianggap tidak beres dan salah, lalu kapan menjadi orang baik,”katanya.

lebih lanjut Hazmi mengatakan, pemerntah sekarang ini dalam keadaan sulit dan susah, pasti banyak kurang dalam penanganannya. "Disitulah kita saling bantu dan memberikan solusi,” tambah Hazmi.

Dijelaskan bahwa sesungguhnya Ukhuwah Islamiyah yang menjadi terdepan dibentuk. Kalau itu yang dihidupkan semua, maka tidak mungkin akan saling benci, saling jatuhkan, saling hina, zolimi dan bahkan mengecap kafir pada saudara yang lain.

Selain itu, lanjutnya, dalam agama petunjuknya itu sangat sederhana dan jelas, yakni Tuhan memberikan hidup dalam persaudaraan imaniyah (Saudara seiman). Agama memerintahkan tetap bersaudara, harus  saling mendamaikan di antara saudara-saudara yang sedang berselisih sakali pun.

Bila telah satu saudara, maka tidak satu pun orang boleh melakukan sebaliknya seperti mengajak pada permusuhan, saling membenci satu sama lain. Apalagi, tegasnya, sampai melakukan perbuatan saling mengolok dan merasa diri paling benar.

“Supaya rasa persaudaraan terawat, harus diperhatikan, yakni jangan sampai saling olok. Banyak saling bunuh karena saling olok, dan itu nyata,” paparnya.

Sekali pun itu satu saudara, katanya, ketahuilah bahwa  belum tentu yang diolok lebih rendah dari yang mengolok. Mengolok, sangat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, hingga termasuk dalam berkeluarga, apalagi memanggil orang dengan sebutan kafir, padahal sesama iman.

Menurutnya, panggilan semacam itu merupakan panggilan yang sangat sakit. Bahkan, faham radikalisme itu bisa saja berangkat dari rumah tangga.

“Jangan sedikit-sedikit bilang kafir, ini cara-cara kafir, musyrik, ahli neraka. Jangan hanya perbedaan sedikit, itu yang dibengkakkan. Mari bekerja demi kemaslahatan diri sendiri, keluarga dan orang banyak,”tandasnya.

Dijelaskannya, Maraqitta’limat boleh fanatik, tapi tidak boleh membenci orang lain, apalagi dengan mencaci-maki orang lain.

"Kalau kita maki-maki orang, maka orang itu akan balik menyerang, apalagi sesama muslim, mengkafir kafirkan, itu tidak boleh. Inilah yang dimaksud radikalisme,”sambung Politisi PPP ini.

Ia mengingatkan, jamaah marakit untuk jangan pernah  bergabung dengan hal-hal yang berbau radikal, mau pun perbuatan maksiat.

Sesama orang beriman, ia mengajak untuk saling pelihara, tidak saling mengkufurkan, tidak saling menyalahkan satu sama lain. Jika itu dilakukan, ukhuwah islamiyah akan tumbuh subur.

“Saya berharap, apa yang saya sampaikan menjadi bekal masyarakat semua. Sampaikan pula pada masyarakat lain, dan ajak bagaimana agar tetap bersabar, ditengah kondisi engara dalam keadaan sulit,” jelas Hazmi. (SN- Red))

×
Berita Terbaru Update