Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kuota Peserta Pelatihan Bertambah, LLK Selong Perketat Penerapan Prokes

Kamis, 28 Januari 2021 | Januari 28, 2021 WIB Last Updated 2021-04-01T18:35:48Z

Foto: Ahmad Wardi, Kepala LLK Selong, Lombok Timur.

Lombok Timur, Selaparangnews. com - Loka Latihan Kerja (LLK) Selong, Kabupaten Lombok Timur kembali membuka pelatihan berbasis kompetensi secara gratis.

Kepala LLK Selong, Ahmad Wardi mengatakan bahwa kuota peserta pelatihan untuk tahun 2021 ini bertambah 80 orang. 

Kata Wardi, meskipun tambahannya itu tak seberapa jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Lombok Timur, tetapi justeru itulah tambahan yang terbanyak di antara kabupaten dan kota lain yang ada di NTB. 

"Pada tahun 2020 lalu kuota untuk Lombok Timur sebanyak 320, sementara di tahun 2021 ini bertambah menjadi 400 orang," ujarnya kemarin. Rabu, 27/01/2021.

Wardi menjelaskan, dari 400 orang itu nantinya akan dibagi menjadi lima kelas atau paket. Mengenai sesi pelatihannya, katanya, akan dibagi menjadi dua angkatan. 

"Angkatan pertama itu sekitar 170 -an orang, dan sisanya nanti masuk angkatan kedua," sebutnya. 

Wardi mengatakan, pendaftaran untuk mengikuti pelatihan itu sudah dibuka beberapa hari lalu, baik secara online maupun mengirimkan surat pemberitahun ke kecamatan melalui Disnakertrans Lotim. 

Kendati demikian, kata Wardi, bagi masyarakat yang kurang paham atau tidak memiliki akses untuk itu, bisa datang langsung ke LLK Selong untuk mendaftarkan diri. "Kita sediakan satu ruangan nanti dipandu oleh staf kita untuk daftar secara online," tandasnya 

Hingga kemarin, saat diwawancara media ini, Wardi menyebutkan bahwa jumlah pendaftar online sudah mencapai 700 -an orang lebih. 

Kata dia, setelah peserta mendaftarkan diri secara online, maka nanti mereka akan diminta datang ke LLK Selong untuk mengikuti tes tulis dan wawancara.  "Siapa yang lulus seleksi nanti akan kita umumkan tanggal 31 Januari ini," ujarnya. 

Mengingat wabah virus Corona yang masih merebak, maka teknis pelatihannya nanti, terang wardi, akan dilakukan dengan metode Training Blanded, yaitu menggabungkan antara online dengan offline.  "Teorinya secara online tapi praktiknya nanti secara offline," imbuhnya.

Mengenai jurusan yang dibuka dalam pelatihan tahun ini, lanjutnya,  memiliki sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan itu, kata Wardi, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. 

"Ada 11 jurusan yang dibuka, salah satunya yang baru ialah manajemen marketing online," jelasnya. 

Untuk saat ini, kata Wardi, pihaknya masih menunggu surat rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Lotim untuk melaksanakan kegiatan tersebut. "Hari ini kami layangkan suratnya ke Tim  Gugus Tugas Kabupaten," ujarnya. 

Wardi mengaku bahwa segala sesuatu yang menjadi prasyarat untuk melaksanakan kegiatan dengan protokol kesehatan sudah dipersiapkan. Mulai dari Tempat Cuci Tangan, Hand Sanitizer, Field Shield, Cairan Disinfketan Thermo Gunu, dan kebutuhan lainnya. 

"Kita sudah mempersiapkan semuanya, tinggal menunggu surat izin dari tim gugus tugas," kata Wardi.

Tak hanya LLK yang membuat pernyataan kesiapan melaksanakan protokol kesehatan, katannya, peserta yang akan mengikuti pelatihan itu juga diminta untuk menanda tangani surat pernyataan kesiapan mereka mematuhi prokes tersebut. "Ini bagian dari cara kita untuk saling menjaga saja," pungkasnya. (yns)

×
Berita Terbaru Update