Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mesin X-Ray Lapas Selong Rusak, Pemeriksaan Dilakukan Secara Manual

Rabu, 07 April 2021 | April 07, 2021 WIB Last Updated 2021-04-07T15:50:39Z

Foto: Purniawal, Kepala Lapas Kelas IIB Selong

 

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Mesin Pemeriksa personal dan barang atau yang akrab disebut X-Ray di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong  rupanya telah dua tahun mengalami kerusakan, karena itu, pemeriksaan kepada pengunjung dilakukan secara manual namun ketat.


Hal itu diakui Kepala Lapas llB Selong, Purniawal, saat ditemui sejumlah awak Media di ruang kerjanya. Katanya, mesin X-Ray yang merupakan salah satu sistem pengamanan di internal Lapas ternyata telah rusak sejak 2 tahun yang lalu. Dan hingga saat ini, mesin tersebut tak kunjung diperbaiki lantaran merupakan pemberian dari pusat. 


“Itu alat didrooping (dikirim -red) dari pusat dan sudah rusak hampir 2 tahun,” ujarnya. Rabu, 07/04/2021.


Dia mengaku, semenjak bertugas di Lapas Kelas IIB Selong, dia telah melaporkan hal itu ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, namun sampai sekarang belum ada respon.


"Sejak saya tugas di sini, 6 bulan yang lalu," jawabnya singkat saat ditanya apakah kerusakan X-Ray itu sudah dilaporkan atau belum.


Karena itulah, kata Purniawal, sebagai langkah antisipasi masuknya barang terlarang di lingkungan Lapas,  pemeriksaan dilakukan secara manual namun ketat.


Ada dua pemeriksaan yang akan dilalui saat berkunjung ke Lapas Kelas IIB Selong, lanjutnya, pertama pemeriksaan petugas di depan untuk memeriksa barang, kemudian diperiksa lagi untuk kedua kali.


"Setelah itu, kalaupun ada benda yang masuk juga, ya kami kan bukan malaikat,” kilahnya.


Dengan rusaknya mesin X-Ray itu, lanjutnya, memang berdampak bagi kinerja Lapas, terutama dalam mencapai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang santer dikampanyekan akhir-akhir ini.


“Tentunya keterbatasan di Lapas seperti rusaknya X-Ray akan berpengaruh, karena alat itu untuk meningkatkan kinerja, karena rusak tidak bisa kami gunakan,” pungkasnya.


Perlu diketahui, sejumlah awak Media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) beramai-ramai mendatangi Lapas Kelas IIB Selong lantaran kesal dengan kegiatan Sidak yang dilakukan pihak Lapas bersama TNI/Polri di seluruh block warga binaan.


Pasalnya, menurut dugaan teman-teman FJLT, sidak yang dilakukan di Lapas pada Selasa malam, 06 April 2021, sekitar pukul 20:00 sampai 20:30 wita itu sengaja ditutup dari media karena kemungkinan adanya temuan benda terlarang.


Terhadap dugaan itu, Kepala Lapas Selong mengatakan bahwa pihaknya tidak ada niatan seperti itu.


“Demi Allah, kami tidak bermaksud menutupinya dari pantauan media, ada 2 wartawan yang datang, maka kami langsung menggelar konferensi pers,” ujarnya.


Katanya, dia hanya sempat menghubungi dua wartawan lantaran sidak itu digelar dengan sangat mendadak. Apalagi waktu itu, lanjutnya, dia masih lelah karena baru pulang dari Sumbawa.


“Terus terang, saat itu kami sangat kelelahan dan sidak harus dijalankan, saya perintahkan humas untuk memanggil wartawan. Kebetulan hanya dua yang sempat ditelepon,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa kegiatan sidak tersebut digelar secara insidental dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-57 serta untuk memastikan bahwa tidak ada barang terlarang dan berbahaya yang disimpan oleh seluruh warga binaan.  (yns)

×
Berita Terbaru Update