Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Siklon Tropis Seroja Mengintai, Iwan Setiawan Imbau Warga Lotim Selalu Waspada

Selasa, 06 April 2021 | April 06, 2021 WIB Last Updated 2021-04-06T14:00:05Z

Foto: Iwan Setiawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Timur

 

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Ancaman bencana alam akibat aktivitas Siklon Tropis Seroja masih membayangi kita, khususnya masyarakat Indonesia bagian Timur, termasuk NTB dan Pulau Lombok.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur, Iwan Setiawan mengatakan bahwa sejak akhir tahun 2020 lalu dimulai dengan ancaman badai La Nina, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati terkait ancaman badai tersebut.


Termasuk mengenai ancaman badai Siklon Tropis Seroja yang saat ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah rawan yang sudah diprediksi oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). 


Apalagi, ancaman badai Siklon Tropis Seroja itu, lanjut Iwan, demikian unpredictable (tidak dapat diprediksi) kapan dan di mana badai itu akan terjadi.


"Untuk itu, kami Dari BPBD Lombok Timur tak henti-hentinya memberi imbauan kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dan mengambil sikap aman ketika hujan deras, disertai angin kencang dan petir yang begitu keras," ujarnya. Selasa, 06/04/2021.


Iwan meminta supaya masyarakat tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.


Dia mengakui bahwa BPBD Lotim terus melakukan mitigasi bencana dengan menghimpun laporan dari berbagai sumber sebagai langkah antisipatif atas terjadinya bencana di Lombok Timur,  terutama daerah-daerah yang rawan, terutama yang ada di hulu.


Berkaca dari peristiwa di Bima dan NTT, lanjut Iwan Setiawan, yang paling rawan terkena badai memang wilayah yang ada di hulu, tetapi justru dampak terbesarnya itu ada di hilir.


"Jadi justeru dampak terbesarnya itu ada di hilir. Tapi kita di Lombok Timur sudah memetakan mana daerah-daerah yang rawan," sambungnya. 


Karenanya, tegas Iwan, BPBD Lotim, khususnya Bidang Kedaruratan dan Logistik, tidak boleh mengenal kata tidak siap dalam menangani bencana, melainkan harus selalu siap siaga, karena bencana, lanjutnya, tidak pernah diketahui kapan Ia datang dan pergi.


"Jadi bagaimanapun juga bencana alam ini sangat gaib, tidak bisa kita prediksi kapan dan di mana tempatnya maka harus selalu waspada tingkat tinggi," pungkasnya.


Sebagai tambahan, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati  memprakirakan bahwa cuaca setelah tanggal 7 April  ini akan semakin membaik karena Siklon Tropis Seroja semakin menjauh, terutama dari perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) tempat di mana badai itu mengamuk saat ini.


Hal itu dikatakan Dwikorita Karnawati saat jumpa pers melalui channel Youtube Sekretariat Kabinet RI pasca mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) tentang Penanganan Bencana di Provinsi NTB dan NTT secara virtual pada Selasa, 06 April 2021.


“Melihat prakiraan cuaca untuk tujuh hari ke depan, diprediksi setelah tanggal 7 yaitu tanggal 8-9 April itu kondisinya sudah semakin membaik karena siklonnya semakin jauh,” ujarnya. (yns)

×
Berita Terbaru Update