Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

SMKN 1 Pringgabaya Deklarasikan Gerakan Anti Bullying di Dunia Pendidikan

Sabtu, 23 Oktober 2021 | Oktober 23, 2021 WIB Last Updated 2021-10-23T11:27:45Z

Deklarasi Anti Bullying atau Perundungan oleh Siswa-siswi SMKN 1 Pringgabaya

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur menggelar Deklarasi Anti Perundungan atau bullying di dunia pendidikan, pada Sabtu, 23 Oktober 2021.


Deklarasi tersebut juga dirangkai dengan penampilan drama yang menunjukkan beberapa jenis bullying atau perundungan yang kerap terjadi di dunia pendidikan beserta dampaknya bagi siswa.


Aspar, S.Pd. M.Pd, fasilitator Gerakan Anti bullying yang juga salah satu Guru SMKN 1 Pringgabaya mengungkapkan bahwa kegiatan pementasan gerakan anti bullying tersebut merupakan lanjutan dari program Pusat keunggulan yang beberapa minggu yang lalu sudah disosialisasikan ke beberapa siswa.



"30 siswa-siswi yang mengikuti sosialisasi kemarin itu kita bentuk sebagai agen perubahan Gerakkan anti Perundungan, dan pada hari ini anak-anak tersebut sudah kita bina untuk mementaskan drama yang di dalamnya ada unsur bullying dan dampak dari bullying itu," ungkapnya. Sabtu, 23/10/2021.


Selain itu, Ia juga mengungkapkan bahkan 30 siswa tersebut juga dijadikan sebagai agen perubahan Gerakan Anti Perundungan yang nantinya akan menjadi tim kontrol bagi siswa siswi yang suka melakukan perundungan terhadap siswa lainya.


"Tim tersebut kita ambil dari  kelas X dan XI yang di ambil dari masing-masing kelas dan nantinya tim itu akan melaporkan ke pihak sekolah jika masih ada yang melakukan perundungan," terangnya.


Dari semua yang dipentaskan itu, lanjutnya, merupakan salah satu wujud nyata dampak dari bullying yang harus di hindari mulai dari drama ataupun puisi dan pantun yang dipentaskan oleh agen perubahan SMKN 1 Pringgabaya.


Aspar juga mengungkapkan tujuan dari pada pembentukan agen perubahan gerakan anti perundungan tersebut supaya nantinya ada yang menjadi tim kontrol dari siswa-siswi supaya nantinya tidak ada lagi bullying di sekolah. 


"Kenapa kita deklarasikan supaya gemanya itu lebih menyeluruh, karena gerakan itu kan tidak hanya melibatkan satu orang harus di gelar secara umum karena bullying itu musuh kita bersama," tandasnya.


Selain menampilkan drama atau pembacaan puisi ajakan ajakan stop perundungan tim agen perubahan ini nantinya akan membagikan stiker stop perundungan kepada semua siswa sebagai bentuk pencegahan.


"Sebelum pembagian stiker terlebih dahulu tim nantinya akan membacakan deklarasi stop perundungan dan semua tim akan melakukan penandatanganan untuk tidak melakukan perundungan terhadap siapapun," tutupnya. (Izi)

×
Berita Terbaru Update