Notification

×

Iklan

Iklan

Masa Depan Ekonomi Islam

Friday, December 10, 2021 | December 10, 2021 WIB Last Updated 2021-12-10T11:43:59Z

Gambar Ilustrasi (Sumber: Jojonomic.com) 

Opini, Selaparangnews.com - Ekonomi Islam adalah studi yang mempelajari tentang konsep dan prinsip pada ekonomi Islam yang berlandaskan tauhid untuk mencapai suatu kesetaraan dan keadilan dalam kehidupan. Ekonomi Islam kita percayai sebagai salah satu strategi untuk mencapai kemakmuran dan ekonomi Islam mampu menjadi agen perubahan khusunya dalam ekonomi dunia. 


Karena sistem ekonomi Islam belum pernah tercatat mencapai suatu kegagalan baik itu secara konsep, prinsip, Pratik, dan lain sebagainya. Dan jika di sandingkan dengan sistem ekonomi lainnya, seperti halnya ekonomi kapitalis yang gagal dalam menghadapi manusia. 

Menurut Muhammad Nejatullah Al-Siddqi, yang dikutip dari buku “Prinsip Dasar Ekonomi Islam Maqashid Al-Syariah“ karya Ika Yunia dan Abdul Qadir menyebutkan bahwa Ilmu ekonomi syariah adalah cara ummat Islam dalam mengahadapi hal yang berbau ekonomi. Ketika menerapkan ekonomi Islam ummat Islam memakai al-qur’an, Sunnah, akal dan pengalamannya jadi acuan.

Berbicara tentang ekonomi bukan hal yang masif dalam kalangan masyarakat, bahkan ekonomi sudah menjadi suatu rujukan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu gerakan ekonomi tidak bisa di pisahkan dari kehidupan manusia, baik itu kepentingan individu maupun sosial masyarakat, masalah ekonomi ini sering menjadi perhatian para pakar praktisi dan akademisi untuk mengatasi masalah ekonomi dan mencari solusi untuk mengatasi masalah terkait dengan ekonomi terutama negara negara  yang masih menerapkan ekonomi liberal dan kapitalis.

 

Jika kita sedikit mengingat sejarah terkait ekonomi yang sebenarnya sudah ada jauh sebelumnya yakni sejak zaman Rasulullah dan para sahabat yang menerapkan konsep ekonomi Islam yang di realisasikan oleh oleh Rasulullah SAW, yang dimana keberadaan Ekonomi Islam pernah mencapai sebuah kejayaan. 


Pada masa itu belum menerapkan  adanya  istilah khusus  untuk Ekonomi Syariah sebagai sistem ekonomi. Tapi gaya hidup masyarakat seluruhnya sudah syariah, termasuk cara bermuamalahnya. Dan pada prinsipnya ekonomi yang diterapkan saat itu adalah sistem ekonomi yang berbasiskan praktik, sesuai dengan aturan-aturan syariah dan berjalan secara seimbang yang pada saat itu lebih mengutamakan tauhid dan kejujuran sehingga  pada saat itu perekonomiannya mampu mencapai puncak  kejayaan.


Jika dibandingkan konsep ekonomi pada zaman rasulullah dengan konsep sistem ekonomi kontemporer atau masa kini, tentunya akan mempunyai perbedaan yang jauh. Hari ini dapat kita lihat dengan jelas bagaimana sebagian besar masyarakat dunia yang menjalankan roda ekonomi yang lebih memprioritaskan sistem ekonomi kapitalis. 


Ekonomi kapitalis bisa dikatakan sistem raksasa dalam sistem roda perekonomian, karena jelas pada kenyataannya dianggap lebih menguntungkan. Namun perlu digaris bawahi setiap negara, salah satunya negara Amerika bahkan tidak mengakui menjalankan sistem ekonomi kapitalis.


Jika kita meyakini bahwa Islam bersifat universal tidak terbatas oleh ruang dan waktu,  maka Ekonomi Islam telah lahir sebagai solusi, terbukti akan adanya kejayaan. Namun Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman Ekonomi islam tidak sepenuhnya diterapkan, sehingga kurangnya eksistensi dan dampak dari ekonomi Islam. Bahkan sistem yang ada dalam ekonomi islam masih asing di masyarakat, yang mereka tau hanya ekonomi konvensional padahal ekonomi islam sudah ada sejak zaman dulu. 


Kurangnya sosialisasi tentang ekonomi islam dan minimnya pemahaman masyarakat tentang tentang ekonomi islam sangat mempengaruhi minat terhadap ekonomi islam itu sendiri, hal ini menyebabkan menyebabkan kurang pahamnya masyarakat tentang ekonomi islam.


Sistem ekonomi islam tidak hanya di perbankan namun semua sistem keuangan. Perkembangan ekonomi islam dalam kurun beberapa tahun ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik dari kalangan akademisi dan pada praktisi ( lembaga keuangan bank dan keuangan nonbank). 


Perkembangan ini merupakan suatu yang menggembirakan, karena ini pencapaian yg luar biasa, hal ini menunjukkan  suatu cerminan kesadaran umat islam dalam menjalankan ajaran syariat islam, hal ini menunjukan bahwa ekonomi islam bukan hanya konsep belaka.


Dalam sistem ekonomi islam ini membutuhkan pengawalan dan pengawasan semua elemen sehingga terwujudnya ekonomi islam yang berlandaskan al-qur’an dan hadist, untuk meminimalisir terjadinya kontraksi dari prinsip prinsip ekonomi islam dalam penerapannya dalam pengembangan ekonomi islam kedepannya, supaya pendekatan baru yang kreatif dan inovatif, memperkaya khazanah pengembangan ekonomi dan supaya dapat mewujudkan ekonomi Islam yang rahmatan lill ‘alamin dalam berbagai aspek. 


Semakin berkembang dan majunya prinsip-prinsip ekonomi Islam di harapkan bisa memberikan perubahan terhadap perekonomian,  dengan menerapkan prinsip ekonomi islam, dan ekonomi akan lebih baik dan lebih sempura dalam menjalankan roda ekonomi. 

Kesimpulannya adalah  dalam beberapa penjelasan di atas kita dapat mengetahui gambaran mengenai ekonomi Islam di masa depan, dan juga ada beberapa perbandingan dari ekonomi Islam dan sistem ekonomi lainnya, seperti ekonomi kapitalis dan konvensional yang bagaimana sistem kapitalis pernah mengalami kegagalan. 


Maka dari itu, hal seperti ini seharusnya menjadi perhatian dan tugas kita semua khusunya bagi para pemuda untuk terus mensosialisasikan ekonomi Islam dan melakukan pendekatan sedikit demi sedikit kepada  masyarakat. 



Sumber : Mashur 2019,  Filsafat Ekonomi Islam, Klaten Jateng, Lakeisha https://stishusnulkhotimah.ac.id/2020/11/16/aku-ekonomi-islam-dan-masa-depan-ekonomi/https://www.kompasiana.com/fitriani43835/5b12a097dd0fa82abf1df533/peran-siMashur SE.I, ME, Filsafat Ekonomi Islam Terbitan Lakeisha 2019, Klaten, Jateng


Penulis: 
Wahyu Riyan Hidayat. 
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB. 


×
Berita Terbaru Update