Notification

×

Iklan

Iklan

H. Iron Serahkan Aset Pamsimas 2025, 416 Rumah di Empat Desa Kini Nikmati Air Bersih

Rabu, 11 Maret 2026 | Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T14:42:58Z

Penyerahan Aset Pamsimas 2025 oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin

SELAPARANGNEWS.COM – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin secara resmi menyerahkan aset Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2025 kepada desa penerima manfaat. Melalui program tersebut, sebanyak 416 rumah di empat desa kini dapat menikmati akses air bersih yang lebih layak.

Serah terima kegiatan Pamsimas 2025 itu berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur, Rabu (11/03/2026). Bupati menilai momentum bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menyerahkan fasilitas air bersih sebagai bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses air bersih di wilayah perdesaan, sekaligus meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Momentum Ramadan ini kita manfaatkan untuk menyerahkan fasilitas air bersih kepada masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga,” ujar Bupati.

Ia juga mengimbau masyarakat penerima manfaat agar menjaga dan merawat fasilitas air bersih yang telah dibangun menggunakan anggaran negara tersebut. Pemeliharaan yang baik dinilai sangat penting agar sarana yang ada dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Bupati mengingatkan para kepala desa agar tidak hanya merasa bangga saat menerima bantuan sarana Pamsimas, tetapi juga serius dalam melakukan perawatan.

“Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun tidak dirawat. Biaya perbaikan di masa depan bisa jauh lebih besar dibandingkan biaya pemeliharaan rutin,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan agar pengelolaan Pamsimas tidak terhenti hanya karena adanya pergantian kepemimpinan desa atau pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades). Untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih, pemerintah desa diminta segera membentuk struktur pengelola yang independen serta menetapkan Peraturan Desa (Perdes) mengenai kontribusi biaya pemeliharaan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga tengah merencanakan optimalisasi layanan air bersih dengan target 7.000 sambungan rumah (SR). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penurunan debit air saat musim kemarau.

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga ekosistem sumber air, baik di wilayah hulu maupun hilir, demi menjamin ketersediaan pasokan air bersih dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, H. Achmad Dewanto Hadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Pamsimas 2025 di empat desa tersebut merupakan hasil kerja keras masyarakat yang didampingi fasilitator sejak tahap perencanaan di awal tahun hingga penyelesaian fisik pada Desember 2025.

Ia menyebutkan, selain penyerahan aset berupa dua unit sumur bor dan tower air, program tersebut juga mencakup 416 sambungan rumah dengan jaringan pipa sepanjang 10,7 kilometer. Selain itu, dilaporkan pula adanya perkembangan signifikan pada pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Pelaksana Wilayah II Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTB, Eko Prabowo, menyampaikan apresiasi terhadap capaian pembangunan infrastruktur air bersih di Nusa Tenggara Barat, termasuk di Kabupaten Lombok Timur.

Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki, sinergi antara pemerintah daerah dan PDAM menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan pengelolaan, mengingat seluruh aset yang telah dibangun kini dititipkan kepada para pemangku kepentingan dan PDAM sebagai operator resmi.

“Keberfungsian dan kemanfaatan aset ini akan menjadi barometer bagi pemerintah pusat dalam menentukan alokasi anggaran atau usulan program baru dari APBN di masa mendatang,” jelasnya.

Program Pamsimas 2025 sendiri menyasar empat desa prioritas, yakni Desa Kotaraja, Desa Lendang Nangka Utara, Desa Kalijaga Tengah, dan Desa Bagik Payung Timur. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang layak dan berkelanjutan. (SN)

×
Berita Terbaru Update