Notification

×

Iklan

Iklan

Aksi Jilid II APIPI Lotim di Kantor Bupati Ricuh, Dua Pendemo Terluka Dilarikan ke UGD ‎

Kamis, 22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T12:08:06Z

Massa aksi meraksek masuk ke Kantor Bupati

SELAPARANGMEWS.COM - Aksi Jilid II Aliansi Peduli Pariwisata (APIPI) Lombok Timur yang digelar di Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (22/1/2026), kembali diwarnai kericuhan. Dua orang pendemo dilaporkan terluka dan harus dilarikan ke RSUD Selong untuk mendapatkan perawatan medis.

‎Kericuhan terjadi saat massa aksi berupaya merangsek masuk ke Kantor Bupati Lombok Timur. Kondisi teras kantor yang licin akibat hujan membuat situasi semakin tidak terkendali. Massa aksi dan aparat kepolisian sempat terlibat aksi saling dorong, hingga menyebabkan massa kocar-kacir dan beberapa orang terjatuh.
‎Koordinator Umum Aksi Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur, Abdul Qadir Jaelani menyesalkan insiden tersebut. Ia menyebut, aksi kali ini merupakan bentuk perlawanan lanjutan dan belum akan berhenti.
‎“Ini adalah bentuk perlawanan selanjutnya. Kami tidak akan selesai di sini. Kami sudah berkomitmen akan menggelar aksi jilid tiga,” ujar Abdul Qadir Jaelani di lokasi aksi.
‎Ia menegaskan, apabila Bupati Lombok Timur kembali tidak menemui massa aksi, pihaknya akan memaksa masuk ke dalam Kantor Bupati untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
‎“Kalau bupati tidak menemui kami, kami akan merasa perlu memaksa untuk masuk ke dalam. Kami ingin mendengar langsung penjelasan dari bupati,” tegasnya.
‎Dalam aksi jilid II ini, massa juga menambahkan tuntutan baru. Selain tuntutan sebelumnya, mereka mendesak pengusutan tuntas dugaan kriminalisasi dan praktik premanisme yang disebut terjadi pada saat demo jilid I Selasa lalu, 20 Januari 2026.
‎“Kami menambah tuntutan. Pertama, mengusut tuntas kriminalisasi di aksi jilid Satu dan dugaan premanisme. Kedua, kami mendesak bupati segera menemui massa aksi,” katanya.
‎Abdul Qadir juga menyoroti adanya dua korban luka dalam aksi tersebut. Ia menyayangkan tindakan aparat kepolisian, mengingat sebelumnya pihak aliansi telah menyampaikan surat pemberitahuan dan permohonan pengamanan agar aksi berjalan kondusif.
‎“Sangat kami sayangkan ada dua korban dari pihak kami. Padahal sebelum ke kantor bupati, kami sudah memasukkan surat ke kepolisian agar menjaga massa aksi dan tidak terjadi hal-hal seperti ini. Namun kenyataannya justru terjadi kericuhan,” ujarnya.
‎Ia menambahkan, pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait insiden tersebut. Sementara untuk aksi lanjutan, Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur memastikan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.
‎“Di jilid dua ini massanya sudah lebih banyak. Besok di jilid tiga, kami pastikan akan lebih banyak lagi. Dalam waktu dekat kami akan masukkan laporan resmi dan pemberitahuan aksi jilid tiga,” pungkasnya. (Yns)
×
Berita Terbaru Update