![]() |
| Kadis Dikbud Lotim M. Nurul Wathoni melantik 8 pengawas di Aula Handayani Dikbud Lotim |
SELAPARANGNEWS.COM - Pengawasan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur dinilai masih belum ideal. Kondisi ini menyusul keterbatasan jumlah pengawas sekolah yang belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, saat melantik delapan pengawas sekolah di lingkungan dinas setempat. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BKPSDM Yulian Ugi Lusianto, Sekretaris Dinas Pendidikan Lalu Bayan Purwadi, serta para Kepala Bidang Dinas Dikbud.
Menurut M. Nurul Wathoni, saat ini kebutuhan pengawas sekolah di Lombok Timur mencapai sekitar 170 orang. Namun, jumlah yang tersedia masih kurang sekitar 80 pengawas. Kekurangan ini berdampak pada belum optimalnya fungsi pembinaan dan pengawasan di satuan pendidikan.
“Pengawas bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi mitra strategis dinas dalam membina dan memastikan mutu pendidikan terus meningkat,” tegasnya.
Ia pun mengajak para guru dan kepala sekolah yang memiliki pengalaman serta kompetensi memadai untuk mengambil peran sebagai pengawas pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah.
Ia juga menyampaikan pesan Bupati Lombok Timur agar para pengawas yang baru dilantik menjalankan tugas dengan amanah, dedikasi, loyalitas, dan integritas. Ia menekankan bahwa pengawas harus hadir bukan hanya untuk mengawasi proses kegiatan belajar mengajar (KBM), tetapi juga membina sekolah dalam memperbaiki manajemen pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
“Pengawas tidak boleh merasa lebih tinggi dari guru atau pihak sekolah yang diawasi. Bangun hubungan yang setara dan humanis agar pembinaan berjalan efektif,” ujarnya.
Selain itu, para pengawas diminta memastikan seluruh sekolah di Lombok Timur menjalankan tujuh program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, termasuk menjaga agar kegiatan ekstrakurikuler tetap aktif di setiap sekolah.
Dengan penambahan delapan pengawas baru ini, Dinas Dikbud berharap penguatan sistem pengawasan pendidikan dapat berjalan lebih optimal, sehingga mutu pendidikan di Bumi Patuh Karya terus meningkat dan mampu menjawab tantangan zaman. (Yns)
.
