Notification

×

Iklan

Iklan

Bakti Stunting Telkomsel dan Lakpesdam NU Sasar Penyintas Kawin Anak di Lombok Utara

Jumat, 23 Januari 2026 | Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T13:48:32Z

Bakti Stunting Telkomsel dan Lakpesdam NU di Lombok Utara


SELAPARANGNEWS.COM - Di tengah upaya bersama menekan angka stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB), Telkomsel kembali menunjukkan kepeduliannya melalui program CSR Berbagi. Kali ini, perhatian difokuskan pada keluarga dengan anak beresiko stunting termasuk keluarga penyintas kawin anak kelompok yang kerap luput dari sorotan namun menyimpan kerentanan tinggi terhadap stunting.


Kegiatan bertajuk Bakti Stunting ini digelar pada Jumat, 23 Januari 2026, di Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara. Berkolaborasi dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) NTB, Telkomsel menyasar langsung 100 keluarga yang memiliki anak berisiko stunting sebagai penerima manfaat utama.


Tak sekadar menyalurkan bantuan, program ini dirancang menyentuh akar persoalan. Paket nutrisi berupa sembako untuk pemenuhan gizi seimbang dibagikan, disertai edukasi kesehatan ibu dan anak. Kegiatan melibatkan kader posyandu, ibu dan bapak dari keluarga penerima manfaat, pendamping desa berdaya, serta pemerintah desa setempat guna memastikan intervensi berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.


Teritory Mobile Consumer Business Telkomsel Lombok, M. Sayiful Rahman menegaskan bahwa program CSR Berbagi merupakan wujud nyata kepedulian Telkomsel terhadap masyarakat, khususnya keluarga dengan anak stunting.


“Melalui Bakti Stunting, Telkomsel ingin menghadirkan dampak nyata bagi 100 keluarga penerima manfaat. Tidak hanya bantuan nutrisi, tetapi juga edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar kualitas kesehatan ibu dan anak terus meningkat. Karena itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian kartu perdana Telkomsel sebagai sarana edukasi digital,” ujarnya.



Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU NTB, Muhammad Jayadi, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam menjawab persoalan stunting yang tak bisa dilepaskan dari persoalan sosial, termasuk praktik kawin anak.


“Pendekatan kesehatan harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial dan edukasi keluarga. Program ini menjadi contoh kolaborasi multipihak yang menyentuh langsung keluarga dengan anak stunting, termasuk keluarga penyintas kawin anak yang sangat rentan terhadap risiko stunting di Desa Sigar Penjalin,” jelasnya.


Selain paket nutrisi, Telkomsel juga menyalurkan bantuan uang tunai bagi kaum dhuafa yang tercatat sebagai keluarga miskin ekstrem di desa tersebut, sebagai bentuk dukungan tambahan untuk ketahanan ekonomi keluarga.


Melalui Bakti Stunting di Desa Sigar Penjalin, Telkomsel bersama Lakpesdam NU NTB berharap dapat berkontribusi nyata dalam menekan angka stunting sekaligus memutus dampak jangka panjang dari praktik kawin anak. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan status gizi anak, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini demi terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. (SN) 

×
Berita Terbaru Update