Notification

×

Iklan

Iklan

BEM Universitas Hamzanwadi Kecam Dugaan Tindakan Represif Aparat dalam Aksi APIPI Lotim

Minggu, 25 Januari 2026 | Januari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T15:35:00Z

Dokumentasi Aksi Demonstrasi Bem Universitas Hamzanwadi

SELAPARANGNEWS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hamzanwadi mengecam keras dugaan tindakan represif aparat keamanan terhadap massa aksi Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur (APIPI Lotim) saat demonstrasi di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (22/1/2026).


Hal itu ditegaskan Presiden Mahasiswa Hasby lewat siaran tertulis yang diterima media ini. Minggu, (25/01/2026). Menurutnya, tindakan aparat yang berujung pada luka serius terhadap dua peserta aksi mencerminkan pendekatan pengamanan yang tidak profesional dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan serta demokrasi.


“Kami menyaksikan langsung bagaimana aparat melakukan tindakan represif terhadap massa aksi Aliansi APIPI Lotim. Kekerasan yang dialami saudara Mariadi dan satu massa aksi lainnya menunjukkan bahwa pendekatan keamanan yang digunakan tidak mencerminkan prinsip profesionalitas dan kemanusiaan,” ujar Hasby dalam keterangannya.


Ia menjelaskan, salah satu korban bernama Mariadi mengalami luka serius pada bagian gigi, yakni dua gigi patah, dua gigi retak, dan satu gigi copot. Selain itu, satu peserta aksi lainnya mengalami luka di bagian kepala hingga harus mendapatkan enam jahitan medis.


Hasby menegaskan bahwa aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu, penggunaan kekerasan oleh aparat dinilai tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.


“Aksi ini adalah bentuk penyampaian pendapat yang dijamin konstitusi. Ketika aparat justru menggunakan kekerasan, maka yang dilanggar bukan hanya tubuh demonstran, tetapi juga hukum dan demokrasi itu sendiri,” tegasnya.


Presma Universitas Hamzanwadi itu juga menekankan bahwa aparat keamanan seharusnya hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan sebagai ancaman bagi warga negara yang menggunakan hak konstitusionalnya.


Atas peristiwa tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Hamzanwadi mendesak dilakukannya investigasi independen, transparan, dan menyeluruh terhadap dugaan tindakan represif aparat. Mereka juga menuntut klarifikasi serta pertanggungjawaban institusional dari pimpinan aparat keamanan di Lombok Timur.


Selain itu, BEM Universitas Hamzanwadi meminta adanya jaminan perlindungan hukum serta pemulihan medis penuh bagi seluruh korban tanpa adanya intimidasi, serta evaluasi total terhadap pola pengamanan aksi demonstrasi agar kejadian serupa tidak terulang.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan tindakan represif dalam aksi tersebut. Redaksi masih berupaya meminta keterangan dari pihak terkait untuk keberimbangan informasi. (SN) 

×
Berita Terbaru Update