Notification

×

Iklan

Iklan

H. Iron Umrohkan Kasturi, 21 Tahun Mengabdi Jadi Guru PAUD di Desa Banjar Sari

Rabu, 21 Januari 2026 | Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T13:40:16Z

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memberikan penghargaan kepada Kasturi 

SELAPARANGNEWS.COM - Air mata Kasturi tak terbendung saat namanya dipanggil di hadapan ratusan guru TK dan PAUD di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (21/01/2026). 


Perempuan sederhana yang telah 21 tahun mengabdikan hidupnya sebagai guru PAUD di pelosok Desa Banjar Sari itu tak pernah menyangka, pengabdian panjangnya berbuah hadiah umrah dari Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang akrab disapa H. Iron.


Di tengah kegiatan penyaluran insentif guru TK–PAUD melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, H. Iron secara khusus memanggil Kasturi, guru KB Tulus Ate di Dusun Kembang Kuning. 


Dengan suara bergetar, Bupati menyerahkan hadiah umrah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan ketulusan Kasturi mendidik anak-anak usia dini selama lebih dari dua dekade.


“Pengabdian guru PAUD itu luar biasa. Mereka mendidik dengan hati, dengan kesabaran, dan keikhlasan. Ibu Kasturi adalah contoh nyata guru teladan,” ucap H. Iron disambut tepuk tangan hadirin.


Selama 21 tahun mengajar, Kasturi telah menemani ratusan anak di masa emas pertumbuhan mereka. Dengan fasilitas terbatas dan penghasilan yang jauh dari kata cukup, ia tetap bertahan. 


Setiap pagi, Kasturi datang lebih awal, menyiapkan ruang belajar, menyambut anak-anak dengan senyum, lalu mengajarkan huruf, angka, doa, dan nilai-nilai kebaikan yang menjadi fondasi karakter mereka.


Bagi Kasturi, menjadi guru PAUD bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. “Saya hanya ingin anak-anak di desa kami bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan berani bermimpi,” tutur Kasturi lirih usai menerima penghargaan, sambil menyeka air mata haru.


Bupati H. Iron mengakui, jasa para guru PAUD sering kali luput dari sorotan. Padahal, merekalah peletak dasar kualitas sumber daya manusia Lombok Timur di masa depan. 


Menurutnya, penghargaan umrah ini bukan soal besar atau kecilnya nilai materi, melainkan simbol penghormatan atas pengabdian yang tulus dan panjang.


“Nilai insentif mungkin belum sebanding dengan jasa para guru PAUD. Tapi kami ingin mereka tahu, pemerintah daerah hadir dan menghargai setiap tetes keringat pengabdian mereka,” tegasnya.


Selain penyerahan hadiah umrah, pada kesempatan tersebut Pemkab Lombok Timur melalui Baznas juga menyalurkan insentif kepada 1.434 guru TK dan PAUD non PPPK dan non sertifikasi dari tujuh kecamatan. 


Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp. 440 juta, bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki.


Bagi Kasturi, hari itu bukan hanya tentang hadiah umrah. Lebih dari itu, ia merasa pengabdiannya selama ini akhirnya mendapat pengakuan. 


Dari ruang kelas sederhana di Banjar Sari, kisah Kasturi menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering dimulai dari tangan-tangan tulus yang bekerja dalam senyap. 


Dan pada hari itu, ketulusan itu mengantarkannya selangkah lebih dekat ke Tanah Suci. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update