![]() |
| Perwakilan Warga, Ketua dan Anggota BPD, Polmas, Salah satu Kafus dan Sekdes di Kantor Desa Kerumut |
SELAPARANGNEWS.COM - Sejumlah warga Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur mempertanyakan program dan realisasi Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dalam sebuah pertemuan yang difasilitasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena Kepala Desa tidak hadir.
Salah satu perwakilan warga Ricki Insan Putra menyampaikan bahwa pertemuan itu dimaksudkan untuk memperoleh penjelasan terkait sejumlah kegiatan dan alokasi anggaran Dana Desa 2025 yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Beberapa item yang dipertanyakan warga di antaranya adalah pemeliharaan lampu jalan dengan anggaran Rp.5 juta, pengadaan empat unit bak sampah sebesar Rp. 6 juta, pendampingan kader melahirkan tahap satu dan dua senilai Rp. 3 juta, serta penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan total anggaran lebih dari Rp
250 juta dalam beberapa tahap.
Selain itu, warga juga mempertanyakan kegiatan normalisasi saluran dari Toron hingga Benteng dengan anggaran Rp. 12,54 juta, pembelian satu unit salon senilai Rp. 8,88 juta, pemasangan lemari (wardrobe) sebesar Rp. 5,45 juta, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) stunting tahap pertama dan kedua sebesar Rp. 35 juta, serta proyek pengaspalan di samping SMP Negeri 4 Pringgabaya dengan nilai anggaran Rp.502 juta.
"Total keseluruhan anggaran yang ingin kami minta penjelasan mencapai Rp. 831.484.000," ujar Riki di Kantor Desa Kerumut. Kamis, (22/01/2026).
Sayangnya, kata Lawyer muda tersebut, pertemuan yang telah dihadiri sejumlah warga, anggota BPD, Sekretaris Desa beserta jajaran Pemerintah Desa, serta unsur kepolisian masyarakat (Polmas), tidak dihadiri Kepala Desa Kerumut.
"Tadi salah satu jajaran pemerintah desa sempat mendatangi rumah Kepala Desa untuk memastikan kehadirannya, namun yang bersangkutan tidak dapat ditemui," imbuhnya.
Ricki menyampaikan bahwa tujuan warga semata-mata ingin mendapatkan penjelasan terbuka dan resmi terkait pelaksanaan program desa, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia juga mengapresiasi peran BPD yang telah berupaya memfasilitasi pertemuan tersebut, meskipun hasilnya belum sesuai harapan warga.
Karena belum memperoleh jawaban, warga Desa Kerumut berencana membawa persoalan tersebut ke tingkat Pemerintah Kecamatan Pringgabaya.
Mereka berharap pemerintah kecamatan dapat memfasilitasi pertemuan lanjutan antara warga dan Pemerintah Desa Kerumut agar klarifikasi terkait program dan realisasi Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dapat dilakukan secara terbuka dan konstruktif.
Pertemuan tersebut pun berakhir tanpa kesimpulan, meninggalkan kekecewaan di kalangan warga yang berharap adanya dialog langsung dengan Kepala Desa sebagai penanggung jawab utama pengelolaan Dana Desa.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Kerumut Wiramade mengatakan bahwa dirinya bukan tidak mau hadir, melainkan karena terlambat datang lantaran ada urusan di Selong.
"Tadi saya ke Selong, jam 11 saya sampai Kantor," jawabnya, sembari mengatakan bahwa Pihaknya siap untuk bertemu dengan masyarakat di tingkat Kecamatan. (Yns)
