Notification

×

Iklan

Iklan

Jembatan Bailey Tiba di Dusun Aik Beta, Akses Warga Perigi Suela Segera Pulih Kembali

Minggu, 04 Januari 2026 | Januari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-01-04T10:02:14Z

Personel TNI dengan bantuan alat berat menurunkan Bahan Jembatan Bailey di Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela 

SELAPARANGNEWS.COM - Jembatan Bailey bantuan Kodam IX/Udayana yang ditunggu-tunggu masyarakat Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela akhirnya tiba dan mulai dipasang. Minggu (04/01/2026). 


Kedatangan jembatan darurat tersebut dipantau langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur HM. Juaini Taofik mewakili Bupati bersama sejumlah kepala OPD serta Kepala BPBD Provinsi NTB Ir. Ahmadi.


Pemasangan Jembatan Bailey ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir hidrometrologi yang terjadi pada November 2025 lalu, yang menyebabkan jembatan penghubung utama warga setempat putus dan melumpuhkan akses transportasi masyarakat.


Sekda Lombok Timur HM. Juaini Taofik menjelaskan, sejak jembatan tersebut putus, pemerintah daerah terus memikirkan berbagai opsi agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.


“Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik antara Pak Gubernur, Pak Bupati, dan Pak Danrem Wirabakti, sehingga Pangdam IX/Udayana memutuskan memberikan bantuan berupa Jembatan Bailey dengan kekuatan 25 sampai 30 ton, dan hari ini sudah mulai dipasang di lokasi,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di lokasi pemasangan Jembatan.


Ia menegaskan, meskipun bersifat sementara, kapasitas Jembatan Bailey setara dengan jembatan permanen.


“Kalau truk pengangkut galian C saja maksimal 10 - 15 ton, jembatan ini 25 ton, artinya lebih dari cukup. Namun tentu kehati-hatian tetap menjadi hal utama,” jelasnya.


Juaini juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap hadirnya jembatan tersebut. Bahkan, sebelum jembatan Bailey datang, warga secara swadaya membangun jembatan alternatif dari bambu.


“Ini membuktikan bahwa jembatan ini sangat penting dan strategis," imbuhnya.


Bayangkan, kata Sekda, ada sekitar 140 kepala keluarga di seberang jembatan yang membutuhkan akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi. Namun dengan hadirnya jembatan ini, 10 sampai 15 hari ke depan aktivitas masyarakat tersebut bisa kembali normal. 


Pemerintah daerah, kata Sekda, mendapatkan kontrak pemanfaatan Jembatan Bailey selama 1 hingga 1,5 tahun. Rentang waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk menyiapkan pembangunan jembatan permanen.


“Dalam masa itu, tentu ini menjadi kesempatan bagi kami. Melalui Pak Bupati nanti akan diambil kebijakan untuk membangun jembatan permanen, karena jembatan Bailey ini juga sewaktu-waktu bisa dipakai di daerah lain yang mengalami kondisi darurat. Sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah di tengah tekanan fiskal menjadi strategi paling penting saat ini,” tutupnya.

Dari kiri : Kalak BPBD Lotim, Sekretaris Daerah Lotim dan Kepala BPBD NTB

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi NTB Ir. Ahmadi menjelaskan bahwa Jembatan Bailey tersebut merupakan aset milik Kodam IX/Udayana yang bersifat pinjam pakai.


“Ini jembatan sementara dan aset milik Kodam IX/Udayana. Sesuai perjanjian, setelah 18 bulan jembatan ini akan dikembalikan ke Kodam. Saya rasa dalam satu setengah tahun ke depan pemerintah daerah sudah bisa memperbaiki jembatan permanen,” ujarnya.


Ia menambahkan, Kodam IX/Udayana sebelumnya juga telah memasang Jembatan Bailey di Kabupaten Bima, dan saat ini sedang dalam proses penarikan kembali untuk kebutuhan jembatan darurat di wilayah lain di Indonesia.


“Panjang jembatan ini sekitar 24 meter, kekuatannya lebih dari cukup. Bahkan spesifikasinya melebihi yang kita harapkan, karena tiang dan dindingnya dibuat dua lapis. Ini sangat membantu kebutuhan darurat, tidak hanya di NTB, tapi juga untuk wilayah lain yang terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera,” pungkasnya. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update