![]() |
| Kadis Dikbud Lotim M. Nurul Wathoni menjenguk salah satu siswa SDN 1 Kilang, Kecamatan Montong Gading yang menjadi korban pohon Tumbang |
SELAPARANGNEWS.COM - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan mengunjungi salah satu siswa korban pohon tumbang yang menimpa empat pelajar sekolah dasar di Kecamatan Montong Gading. Kunjungan dilakukan di Rumah Sakit dr. R. Soedjono Selong, Kamis (22/01/2026).
Siswa yang dikunjungi yakni Raya Selpian Tara, warga Kecamatan Montong Gading, yang saat ini masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya dalam peristiwa tersebut.
M. Nurul Wathoni mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur terhadap peserta didik yang tertimpa musibah saat hendak menuntut ilmu.
“Kami datang menjenguk sekaligus memberikan sedikit bantuan biaya pengobatan, serta memberikan motivasi kepada orang tua dan siswa agar tetap diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh orang tua, guru, dan siswa untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu dan berpotensi membahayakan keselamatan.
“Cuaca saat ini sedang tidak baik-baik saja. Saya mohon kepada semua guru untuk terus mengingatkan siswa agar berhati-hati dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Diketahui sebelumnya, empat siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kilang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, mengalami kecelakaan setelah tertimpa pohon tumbang saat hendak berangkat ke sekolah. Peristiwa tersebut terjadi di simpang tiga Kilang, Kamis (22/1).
Akibat kejadian itu, keempat siswa mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Montong Gading serta RSUD dr. R. Soedjono Selong untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur memastikan akan terus memantau kondisi para siswa serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjamin keselamatan peserta didik, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Lombok Timur. (Yns)
