Notification

×

Iklan

Iklan

Manajemen dalam Perspektif Pendidikan Islam

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T02:14:28Z


Penulis: Bq. Risqi Irhamni


OPINI - Manajemen dalam perspektif pendidikan Islam merupakan sistem pengelolaan lembaga pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam serta prinsip profesionalitas modern. Pendidikan Islam tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan spiritualitas peserta didik. Proses pendidikan dipandang sebagai upaya membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. 


Orientasi tersebut menuntut adanya sistem pengelolaan yang terencana, terorganisasi, dan berkesinambungan. Lembaga pendidikan Islam membutuhkan manajemen yang mampu mengintegrasikan dimensi akademik dan moral secara harmonis. Pengelolaan yang efektif akan mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang komprehensif. 


Manajemen pendidikan Islam dengan demikian menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas lembaga dan mutu lulusan.


Perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan Islam. Globalisasi, digitalisasi, serta perubahan sosial yang cepat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda. Lembaga pendidikan Islam dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas keislamannya. 


Kualitas manajemen menjadi faktor penentu dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan nilai tradisi. Profesionalisme pengelolaan perlu berjalan seiring dengan komitmen terhadap ajaran Al-Qur’an dan Hadis. 


Integrasi tersebut memungkinkan lembaga pendidikan Islam tetap relevan di tengah dinamika zaman. Sistem manajemen yang lemah berpotensi menurunkan mutu layanan pendidikan. Kekuatan manajemen justru akan memperkuat daya saing lembaga secara berkelanjutan.


Konsep manajemen secara umum dipahami sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dalam mencapai tujuan organisasi. Pandangan ini diperkuat oleh teori yang dikemukakan oleh John R. Schermerhorn, yang menyatakan bahwa manajemen merupakan proses sistematis dalam menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Pemahaman tersebut menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama antaranggota organisasi. 


Tujuan organisasi tidak dapat dicapai tanpa adanya perencanaan yang matang dan struktur kerja yang jelas. Manajemen menjadi sarana untuk menyatukan potensi individu dalam satu visi kolektif. Konsep ini relevan diterapkan dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Integrasi teori modern dan nilai keislaman menghasilkan pendekatan manajerial yang khas dan bermakna.


Manajemen pendidikan Islam memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari manajemen pendidikan umum. Landasan normatifnya bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman utama. 


Nilai amanah menuntut kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap kebijakan. Nilai keadilan mengarahkan pembagian tugas dan perlakuan yang proporsional terhadap seluruh warga sekolah. Nilai musyawarah mendorong partisipasi kolektif dalam proses pengambilan keputusan. Nilai ihsan menuntut peningkatan kualitas kerja secara berkelanjutan. 


Prinsip-prinsip tersebut membentuk budaya organisasi yang religius sekaligus profesional. Karakter inilah yang menjadikan manajemen pendidikan Islam bersifat unik dan komprehensif.


Fungsi perencanaan menjadi tahap awal dalam manajemen pendidikan Islam. Perencanaan mencakup perumusan visi, misi, tujuan, serta strategi pelaksanaan program pendidikan. Visi lembaga harus mencerminkan cita-cita pembentukan insan kamil yang seimbang antara ilmu dan iman. Perencanaan yang matang membantu lembaga menentukan prioritas program secara tepat. 


Analisis kebutuhan peserta didik dan masyarakat menjadi dasar penyusunan kurikulum yang relevan. Perencanaan juga melibatkan penentuan sumber daya yang dibutuhkan, baik tenaga pendidik maupun sarana prasarana. 


Keterlibatan seluruh unsur lembaga dalam proses perencanaan memperkuat rasa tanggung jawab kolektif. Kejelasan arah perencanaan akan mempermudah tahapan manajemen berikutnya.


Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur kerja dan pembagian tugas dalam lembaga pendidikan. Struktur organisasi yang jelas membantu terciptanya koordinasi yang efektif. Setiap individu memahami peran dan tanggung jawabnya secara proporsional. 


Kepala sekolah atau pimpinan lembaga berfungsi sebagai pengarah utama dalam sistem organisasi. Guru, tenaga administrasi, dan staf pendukung bekerja sesuai bidangnya masing-masing. Pembagian kerja yang adil mencerminkan nilai keadilan dalam Islam. Hubungan kerja yang harmonis membangun suasana profesional dan religius. 


Pengorganisasian yang baik akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas lembaga.

Fungsi pengarahan menekankan pentingnya kepemimpinan yang inspiratif dan bermoral. Kepemimpinan dalam pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembinaan akhlak. 

Arahan yang diberikan kepada tenaga pendidik harus disampaikan secara bijaksana dan komunikatif. 


Keteladanan pemimpin menjadi faktor penting dalam membangun budaya organisasi yang positif. Motivasi kerja tidak hanya didorong oleh faktor material, tetapi juga oleh kesadaran spiritual. Pekerjaan dipandang sebagai amanah yang harus 

dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Kesadaran tersebut melahirkan dedikasi dan komitmen yang tinggi. Pengarahan yang efektif akan meningkatkan kualitas kinerja seluruh komponen lembaga.


Fungsi pengawasan bertujuan memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas pelaksanaan kegiatan. Pengawasan dalam pendidikan Islam memiliki dimensi spiritual karena melibatkan kesadaran akan pengawasan Ilahi. Akuntabilitas tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga moral. Pendekatan pengawasan dilakukan secara manusiawi dan konstruktif. Perbaikan berkelanjutan menjadi tujuan utama dari proses evaluasi. Transparansi dalam pengelolaan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga. Pengawasan yang konsisten akan menjaga stabilitas dan kualitas pendidikan.


Perubahan teknologi digital memberikan peluang sekaligus tantangan bagi manajemen pendidikan Islam. Pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi administrasi dan kualitas pembelajaran. Adaptasi terhadap inovasi digital perlu diimbangi dengan penguatan nilai moral. Identitas keislaman harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan. 


Transformasi digital yang terarah dapat memperluas akses pendidikan dan memperkaya metode pembelajaran. Guru perlu dibekali kompetensi teknologi agar mampu mendampingi peserta didik secara optimal. Integrasi teknologi dan nilai spiritual menjadi ciri khas manajemen pendidikan Islam di era modern. Keseimbangan tersebut akan memperkuat posisi lembaga dalam persaingan global.


Manajemen pendidikan Islam pada akhirnya merupakan proses sistematis yang memadukan profesionalisme dan spiritualitas. Pengelolaan lembaga pendidikan dilakukan secara terencana, terorganisasi, dan terkontrol dengan baik. Nilai-nilai Islam menjadi pedoman dalam setiap keputusan dan kebijakan. Tujuan akhir pendidikan tidak hanya keberhasilan akademik, tetapi juga kebahagiaan dunia dan akhirat. 


Lembaga pendidikan Islam yang dikelola secara profesional akan melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Kontribusi tersebut sangat penting dalam membangun peradaban yang bermartabat. Keberhasilan manajemen pendidikan Islam menjadi cermin keberhasilan integrasi ilmu dan iman dalam kehidupan nyata. [ ]



DAFTAR PUSTAKA


Assegaf, R. (N.D.). No Title.

Belakang, L. (N.D.). Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan. 1–10.

Choirunisa, M. M., Muhammad, S., Lael, Z., Manajemen, M., Islam, P., Sunan, U. I. N., & Yogyakarta, K. (2025). Analisis Keefektifan Manajemen Mutu Terpadu Dalam Meningkatkan Kualitas Lembaga Pendidikan Islam. 7.

Darim, A. (2020). Manajemen Perilaku Organisasi Dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Kompeten. 1, 22–40.

Herawati, A., Sinta, P. D., Marati, S. N., & Sari, H. P. (2025). Peran Pendidikan Islam Dalam Membangun Karakter Generasi Muda Di Tengah Arus Globalisasi. 3(April), 370–380.

Info, A. (2025). Manajemen Pendidikan Islam Di Tengah Arus Disrupsi : Refleksi Konseptual Untuk Reposisi Strategis Lembaga Islam Di Kediri. 11, 191–201.

Iqbal, M. (2025). Penerapan Total Quality Management ( TQM ) Dalam Mewujudkan Pendidikan Islam Bermutu Dan Berdaya Saing. 2(1), 165–183.

Manaf, S., & Akhirudin, M. T. (2025). School Principal Leadership Management In Improving Emotional Intelligence Of Islamic Secondary School Students. 11(2), 213–222.

Management, I. (2025). Integrating Management, Education, And Islamic Thought: A Conceptual Framework For Holistic Institutional Development. 3(2), 234–257.

Muqoyyidin, A. W., & Badruzaman, A. (2024). Menemukan Format Ideal Positioning Filsafat Pendidikan Pesantren Di Era Milenial Pendahuluan Sebagai Bagian Dari Sistem Pendidikan Islam , Pesantren Tidak Dapat Dipungkiri Memiliki Penegasan Gus Dur Di Atas Mengafirmasi Basis Epistemologis Keilmuan Pesantren Yang Berada Di Garda Terdepan ( Avant Garde ) Dalam Melahirkan Sarjana-Sarjana Muslim Yang 2 | Andik Wahyun Muqoyyidin , Abad Badruzaman , Kojin , Salamah Noorhidayati. 3.

Naila, S., Asiah, S., & Ifendi, M. (2025). Dinamika Pendidikan Islam Di Era Reformasi : Dari Tradisional Ke Modern. 03, 29–38.

Nurjanah, S., & Hermawan, A. (2025). Principles Of Islamic Education Management : The Perspective Of The Qur ’ An And Hadith In Building. 7(1), 61–78. Https://Doi.Org/10.30739/Jmpid.V7i1.3619

Pendahuluan, A. (2015). Urgensi Manajemen Pendidikan Islam. V(1), 24–37.

Pendidikan, J., & Volume, I. (2021). MA’ ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2, Nomor 2, Desember 2021. 2, 146–160.

Pendidikan, T. (2020). No Title. 2(1), 43–58.

Pengawasan, P. (2024). Jurnal Mudabbir. 4, 244–251.

Puspita, A. D., Oktarina, N., Studi, P., Administrasi, P., & Semarang, U. N. (N.D.). STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI. 1–21.

Sma, D. I., & Karawang, N. (2025). Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan.

Studi, F., Universitas, I., & Kalimantan, I. (2021). Manajemen Pendidikan Islam. 7(2), 26–52.

Us, K. A. (2023). Mutu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. 4, 39–45. Https://Doi.Org/10.24036/Jeal.V4i2

(Assegaf, N.D.; Belakang, N.D.; Choirunisa Et Al., 2025; Darim, 2020; Herawati Et Al., 2025; Info, 2025; Iqbal, 2025; Manaf & Akhirudin, 2025; Management, 2025; Muqoyyidin & Badruzaman, 2024; Naila Et Al., 2025; Nurjanah & Hermawan, 2025; Pendahuluan, 2015; J. Pendidikan & Volume, 2021; T. Pendidikan, 2020; Pengawasan, 2024; Puspita Et Al., N.D.; Sma & Karawang, 2025; Studi Et Al., 2021; Us, 2023)

×
Berita Terbaru Update