Notification

×

Iklan

Iklan

MEWUJUDKAN KESETARAAN PENDIDIKAN TINGGI PERKOTAAN dan PEDESAAN: Pascasarjana IAI Qamarul Huda Menawarkan Pengalaman Studi Magister di Kampung Kualitas Kota

Selasa, 10 Februari 2026 | Februari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-02-10T02:03:07Z



Penulis: Dr. Murdan, S.H.I., M.H.I., M.H. | Direktur Pascasarjana IAI Qamarul Huda


OPINI - Tantangan terbesar pendidikan tanah air hari ini adalah mewujudkan kesetaraan, keseimbangan, kesejajaran, kesamaan, atau dengan bahasa lain adalah curamnya sparitas antara pendidikan perkotaan dan pedesaan. Jauh hari sejak Indonesia Raya merdeka kesamaan derajat pendidikan kota dan desa dicita-citakan. 

Hanya saja, ketimpangan yang sangat curam mengakibatkan pendidikan berkualitas hanya bisa diakses di perkotaan. Keberadaan pendidikan keagamaan berbasis pesantren dan madrasah menjadi harapan terakhir masyarakat pedesaan-perkampungan dalam mengakses pendidikan. 

Sampai hari ini, Indonesia Raya sudah merayakan hiporia kemerdekaan yang ke 80, tetapi realitas pendidikan di perkotaan jauh lebih unggul dan berkualitas dari pendidikan yang ada di sepanjang jejeran pedesaan-perkampungan penjuru negeri. Artinya, sudah 80 tahun Indonesia Raya merdeka cita-cita dan impian penyetaraan kualitas pendidikan perkotaan dan pedesaan belum kunjung dapat diwujudkan.

Realitas kecompang-campingan pendidikan anak-anak merdeka negeri ini tidak saja dirasakan pada tingkat sekolah, tetapi juga sangat dirasakan pada jenjang perguruan tinggi. Hampir semua perguruan tinggi Top negeri ini berada pada kota dan pusat pemerintahan, sehingga, apabila seluruh anak negeri yang tinggal di perkampungan ingin mendapatkan pendidikan berkualitas unggul, maka tidak ada pilihan lain selain mereka harus berimigran ke perkotaan. 

Dampak dari itu, masyarakat pedesaan harus membanting keringat berlipat-lipat ganda untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang unggul. Mereka harus punya bekal cukup untuk bisa bermigran ke perkotaan, mereka harus punya saku yang cukup untuk menyewa tempat bermimpi, mereka harus punya bekal yang cukup untuk bertahan hidup, makan, minum, hingga buang kotoran (berak-beol). Saku yang kurang cukup mengakibatkan mereka (para pemburu pendidikan berkualitas) akan hidup di pinggiran kota, kali, dan seterusnya. 

Artinya, negara-republik tercinta ini saatnya memberikan perhatian khusus, alternatif, dan langkah konkrit afirmatif terhadap pendidikan tinggi di pedesaan-perkampungan. Pendidikan tinggi perkotaan lumrah mengkonsumsi tradisi akademik yang unggul. Seminar, konferensi, dan kegiatan akademik bersekala nasional dan internasional menjadi konsumsi setiap detik. 

Tentu realitas ini sangat berbanding terbalik bagi mereka anak-anak negeri yang mengenyam pendidikan tinggi di perkampungan, syukur-syukur bisa merasakan budaya akademik setara nasional. Realitas inilah menjadi alasan kuat penyelenggaraan pendidikan di pedesaan jauh lebih sulit dan rumit dari perkotaan. 

Fakta ini juga menjadi paradoks yang terus-menerus dan sangat tidak berkeadilan dalam sistem standarisasi pendidikan tinggi nasional. Sehingga, sangat tidak elok apabila standarisasi pendidikan kota disetarakan hari ini dengan standar pendidikan di perkampungan. Saat ini, tidak boleh menunda kembali momentum yang sangat tempat untuk memulai menasionalkan dan menginternasionalkan perguruan tinggi yang ada di sepanjang perkampungan tanah air.

Pascasarjana Institut Agama Islam Qamarul Huda sebagai salah satu perguruan tinggi yang menjadi konsumsi masyarakat desa sudah mulai berkomitmen untuk memberikan kualitas pendidikan tinggi terbaik bagi segenap anak-anak negeri yang hidup di perkampungan. Kampus ini berlokasi di perbatasan wilayah administratif kabupaten Lombok Barat dan kabupaten Lombok Tengah, tepatnya beralamat di Desa Bagu, kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. 

Semangat kampus ini didirikan, semata-mata untuk memberikan kualitas pendidikan kompetitif bagi segenap anak negeri yang menghirup udara perkampungan, atau juga bagi mereka yang tidak mampu mengakses fasilitas pendidikan dewa dan super manja pendidikan tinggi perkotaan. 

Alhamdulillah, dengan segala kasih-sayang Tuhan Yang Maha Esa, Pascasarjana Institut Agama Islam Qamarul Huda mulai menatap berbagai kegiatan, budaya, tradisi akademik layaknya perguruan tinggi perkotaan, seperti: Studium Generale on Series, Public Lecture on Series, Academic Purposes on Series, International Seminar on Series, Academic Resilience on Series, Academic Movement on Series, Academic Accelerating on Series, International Conference on Islamic Studies, dan Hold of Science Forum. 

Ikhtiar konkrit Postgraduate IAI Qamarul Huda Bagu dalam memberikan pengalaman kuliah pascasarjana di kampung-pedesaan dengan kegiatan-tradisi-budaya akademik yang bersekala nasional dan internasional, maka kualitas pendidikan tinggi yang berdampak signifikan tersebut tidak saja menjadi konsumsi para penikmat pendidikan tinggi perkotaan di negeri ini, tetapi juga mampu dinikmati langsung oleh segenap anak-anak negeri yang hidup di perkampungan-pedesaan. 

Anak bangsa yang diberikan fasilitas dewa oleh pendidikan perkotaan memiliki status dan hak yang sama dengan anak-anak negeri yang menghirup atmosfer pendidikan tinggi di pedesaan. Mereka sama-sama memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang unggul-berkulaitas-bermutu. Mereka sama-sama anak bangsa yang mendapatkan keistimewaan terlahir sebagai anak Indonesia yang merdeka. 

Artinya, ketika mereka memiliki status kemerdekaan yang berimbang dan setara, maka mereka juga memiliki hak untuk mendapatkan akses pendidikan yang berimbang dan setara. Jadi, ketika Pascasarjana Institut Agama Islam Qamarul Huda mampu memberikan layanan pendidikan yang unggul, berkualitas, dan bermutu bagi masyarakat Pedesaan, maka secara otomatis IAI Qamarul Huda sudah membantu negara dalam mewujudkan pendidikan yang seimbang-setara-berkeadilan bagi penikmat-pengguna pendidikan kota-desa, lebih khusus bagi mereka yang tinggal di tengah tidak menentunya-tidak ada kepastian tentang kebijakan pemerintah di perbatasan wilayah administrasi pemerintahan seperti desa Bagu, kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. [ ]
×
Berita Terbaru Update