Notification

×

Iklan

Iklan

Mentan RI Tetapkan Provinsi NTB sebagai Sentra Bawang Putih Nasional

Senin, 09 Februari 2026 | Februari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T04:45:35Z

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB

SELAPARANGNEWS.COM - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pada Senin (09/02/2026). Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran kesiapan pengembangan bawang putih menuju swasembada nasional.


Dalam kesempatan itu, Mentan memuji langkah cepat Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur dalam merespons kebutuhan pangan nasional, terutama komoditas bawang putih. Atas dasar tersebut, pemerintah secara resmi menetapkan NTB sebagai pusat produksi bawang putih nasional.


Mentan menargetkan NTB mampu mengelola lahan bawang putih seluas 25.000 hingga 50.000 hektar untuk menyuplai kebutuhan provinsi lain sekaligus menghentikan ketergantungan impor.


“Target kita jelas, menghentikan impor dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Untuk swasembada nasional, kita hanya membutuhkan sekitar 100.000 hektar lahan. Lahan padi saja seluas 7,4 juta hektar bisa kita kelola, apalagi bawang putih. Saya yakin Gubernur bisa menyelesaikan tugas ini,” ujarnya optimis.


Ia menyoroti produktivitas bawang putih di NTB yang dinilai sangat menjanjikan. Rata-rata produksi mencapai 20 ton per hektar, bahkan di beberapa lokasi mampu menembus 28 ton per hektar. Selain kuantitas, kualitas bawang putih lokal NTB juga disebut jauh lebih unggul dibandingkan produk impor.


“Kualitasnya sangat bagus, bahkan melampaui barang impor. Karena itulah kami memusatkan program pemerintah di NTB,” tambahnya.


Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pertanian akan meluncurkan program khusus dengan dukungan penuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk pengadaan bibit hingga 700.000 hektar secara nasional. Pemerintah juga memberikan jaminan pasca-panen bagi petani.


“Negara yang akan menjamin. Kami akan tetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar harga tetap terjaga. Target kita satu, tidak boleh ada petani yang rugi,” tegas Mentan.


Selain itu, Mentan menekankan pentingnya sistem pertanian terintegrasi, mulai dari ketersediaan pakan, sektor peternakan, hingga stabilitas harga jagung dari petani sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.


Kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mentan memberikan motivasi agar mengubah pola pikir dan menjadi pelaku langsung di lapangan. Ia meminta PPL menjadi contoh dengan memiliki kebun sendiri serta bekerja tanpa banyak alasan.


“Jangan tanya apa yang negara berikan kepada kita, tapi apa yang bisa kita berikan kepada negara. PPL bisa menjadi Menteri, Gubernur, atau Bupati jika mau bekerja keras,” pesannya.


Menurut Mentan, tantangan terberat adalah mengubah mindset. Namun, jika pola pikir berubah, maka perubahan nasib dan kemajuan daerah akan mengikuti.


“Negara ini akan maju jika kita semua mengatakan ‘siap’ dan langsung bertindak tanpa banyak protes. Mari bergerak bersama membangun NTB dan Republik Indonesia,” pungkasnya.


Dalam kunjungan tersebut, Mentan juga meninjau langsung lantai jemur serta lahan tanam bawang putih. Kehadirannya disambut Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan dari berbagai kabupaten di Pulau Lombok. Mentan juga berdialog langsung dengan petani dan PPL, sekaligus memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi di lapangan. (SN) 

×
Berita Terbaru Update