![]() |
| Foto bersama usai Pelatihan Perdana bagi Para Purn PMI di Desa Jenggik Utara, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur |
SELAPARANGNEWS.COM - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM PBNU) bekerja sama dengan KP2MI serta didukung oleh GIZ Jerman, menggelar Pelatihan Keterampilan Usaha Mikro bagi purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan perdana ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Jenggik Utara, Kecamatan Montong Gading, pada Rabu (08/04/2026), dan akan disusul oleh empat desa dampingan lainnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas (P2MI-BK). Program tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga PMI dan purna PMI melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas.
Koordinator Tim Lokal Lombok Timur, Abdul Qadir Jaelani menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis dan manajerial dalam berwirausaha, sekaligus membuka akses terhadap permodalan berbasis digital.
"Pelatihan keterampilan usaha mikro ini dilaksanakan guna membekali keluarga PMI dan purna PMI agar lebih produktif mengelola remitansi dengan merintis usaha, hingga membentuk komunitas usaha di desa yang mampu mengakses permodalan digital," ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa juga ditargetkan menyasar lima desa di wilayah Lombok Timur. "Saya berharap program ini tidak hanya melahirkan individu yang terampil dalam berbisnis, tetapi juga mendorong terbentuknya kelompok usaha komunitas yang solid melalui sinergi lintas sektor," katanya.
Selain itu, para purna PMI juga didorong untuk menyusun rencana bisnis yang berkelanjutan serta menjadi motor penggerak ekonomi sirkular di tingkat desa.
Selama kegiatan berlangsung, peserta difasilitasi oleh praktisi ekonomi dan profesional di bidang bisnis. Hal ini bertujuan untuk memperkuat jejaring (networking) serta meningkatkan kemampuan pemasaran digital (digital marketing) agar produk mereka mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Tak hanya itu, peserta yang telah memiliki rintisan usaha juga didorong untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Desa (Kopdes) sebagai langkah strategis dalam mendukung program pemerintah.
"Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran komunitas usaha dalam mendukung pemberdayaan UMKM di desa, khususnya bagi para purna PMI," jelas Abdul Qadir.
Sementara itu, Sekretaris Desa Jenggik Utara, Ahmad Sofian, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LAKPESDAM PBNU yang telah memilih desanya sebagai lokasi pilot project.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini. Di tengah keterbatasan dana desa akibat kebijakan dari pusat, kegiatan pemberdayaan seperti ini sangat membantu pengembangan UMKM di Desa Jenggik Utara," ungkapnya.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan saja, tetapi terus berlanjut hingga para pelaku UMKM mampu mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, pemerintah desa juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan agar hasil pelatihan benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
"Harapan kami, materi yang diperoleh hari ini bisa langsung diterapkan, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat secara umum, mengingat banyaknya warga Jenggik Utara yang merupakan purna PMI," pungkas Sofian. (SN)
