![]() |
| rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, bersama pihak Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan di Ruang Rapat Bupati, |
SELAPARANGNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bergerak cepat menyikapi keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg dalam beberapa pekan terakhir. Masalah ini dibahas tuntas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, bersama pihak Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan di Ruang Rapat Bupati, Senin (13/04/2026).
Bupati Haerul Warisin mengakui adanya kelangkaan yang terjadi sejak akhir Ramadan hingga saat ini. Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh isu-isu tidak benar yang menyebabkan masyarakat panik dan membeli secara berlebihan (panic buying).
"Padahal isu tersebut tidak benar. Namun di sisi lain, Tim Satgas Elpiji juga menemukan penggunaan yang tidak tepat sasaran," ungkap Bupati.
Dalam pengawasan Satgas, ditemukan fakta bahwa gas melon yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin justru digunakan oleh pihak yang tidak berhak, seperti pengusaha peternakan ayam.
"Masih banyak yang tidak boleh pakai, ternyata pakai elpiji 3 kg ini. Padahal sudah jelas dicetak di tabung bahwa gas tersebut untuk masyarakat miskin," tegasnya.
Bupati juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Lombok Timur yang mencapai peringkat kedua tertinggi di NTB pada tahun 2025. Hal ini berdampak pada meningkatnya kemampuan konsumsi masyarakat, termasuk penggunaan bahan bakar elpiji.
Sebagai langkah darurat menekan panic buying, Bupati berharap Pertamina segera melakukan super ekstra dropping. Langkah ini nantinya akan dibarengi dengan pengawasan ketat oleh Satgas di lapangan.
Untuk solusi jangka panjang, Pemkab Lombok Timur akan mengusulkan skema pendistribusian berbasis data desil kepada kementerian terkait. "Ini upaya kita untuk clearkan distribusi agar benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat miskin," tambahnya.
Bupati juga memperingatkan para agen agar tetap menyalurkan jatah ke pangkalan sesuai peruntukan dan tidak melakukan pemotongan stok.
Menanggapi permintaan tersebut, Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga Tommy Wisnu Ramdan menyatakan akan melaporkan usulan super ekstra dropping tersebut ke kantor pusat.
Tommy memaparkan bahwa sejak 1 hingga 14 April, pendistribusian di Lombok Timur (baik reguler maupun fakultatif) telah mencapai 40.556 tabung per hari. Jumlah ini menunjukkan adanya penambahan sekitar 5.000 hingga 6.000 tabung dari kuota harian normal.
Di sisi lain, Reza Nurdin Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas NTB mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengimbau pangkalan agar membatasi pembelian maksimal satu tabung per orang. Namun, tren masyarakat saat ini justru membeli tabung baru sekaligus isinya, yang membuat stok cepat terkuras.
Ia juga membenarkan temuan di lapangan terkait sekitar 1.000 kandang ayam di Lombok Timur yang sebagian menggunakan elpiji subsidi, termasuk beberapa mitra Dapur MBG.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menegaskan bahwa Satgas bersama agen telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar untuk stabilisasi harga dan pasokan.
"Ekstra dropping dan skema fakultatif seharusnya sudah membuat kondisi aman. Saat ini alokasi sudah sangat melebihi penyaluran normal. Kami pastikan isu pasokan tersendat itu tidak benar, dan kami harap kondisi segera normal kembali," pungkas Sekda. (SN)
