Notification

×

Iklan

Iklan

Siswa Kuliner SMK NWDI Pancor Dalami Teknik ‘Fruit Carving’ Bersama Chef Profesional ICA NTB

Senin, 20 April 2026 | April 20, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T05:27:27Z

Kegiatan Guru Tamu Siswa SMK NWDI PANCOR bersama Dua Cheff Profesional Anggi ICA NTB

SELAPARANGNEWS.COM - Estetika dalam dunia kuliner bukan sekadar pelengkap, melainkan nilai jual yang krusial bagi seorang profesional. Menyadari hal tersebut, Jurusan Kuliner SMK Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Pancor menggelar kegiatan "Guru Tamu" dengan tema Fruit Carving atau seni mengukir buah, pada Senin, (20/04/2026).

‎Tidak tanggung-tanggung, sekolah menghadirkan dua pakar langsung dari Indonesian Chef Association (ICA) NTB untuk memberikan pelatihan intensif kepada 46 siswa kelas X dan XI. Langkah ini menjadi strategi jitu sekolah dalam membekali peserta didik dengan keahlian spesifik sebelum mereka diterjunkan ke dunia kerja nyata.

‎Kaprodi Kuliner SMK NWDI Pancor Evilia Rochmi, M.Sc, menjelaskan bahwa fruit carving dipilih karena manfaatnya yang sangat besar di dunia kerja, terutama di sektor perhotelan dan restoran kelas atas. 

‎"Hari ini kita belajar mengukir buah pepaya karena teksturnya yang ideal bagi pemula untuk diukir. Fruit carving ini adalah skill yang sangat dibutuhkan di industri. Kami ingin anak-anak punya pegangan khusus saat lulus nanti," ujarnya. 

‎Kegiatan Guru Tamu tersebut,  lanjutnya, merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan minimal sekali setiap semester. Menurutnya, pelatihan kali ini terasa sangat mendesak bagi siswa kelas XI yang dijadwalkan akan berangkat magang (Prakerin) pada bulan Juni mendatang ke berbagai hotel berbintang yang ada di wilayah Lombok dan sekitarnya. 

‎"Di sekolah mungkin mereka belajar teknik dasar, tapi hari ini mereka belajar langsung dari expertnya. Pembelajarannya jauh lebih konkret karena dibimbing oleh Chef profesional langsung," tegasnya.


Hasil Fruit Curving Siswa Kuliner SMK NWDI Pancor 

‎Dukungan penuh juga datang dari manajemen sekolah. Wakil Kepala SMK NWDI Pancor Bidang Kurikulum, Ricky Ardiansyah, S.Pd, menyatakan bahwa interaksi langsung dengan praktisi adalah kunci agar siswa tidak "gagap" saat berada di lingkungan industri.

‎"Ini adalah upaya sekolah agar anak-anak tidak kaget saat di dunia kerja nanti. Dampaknya sangat nyata. Sebagai contoh, siswa kami yang sedang PKL di Svarga Resort bahkan sudah ada yang ditarik sebagai tenaga casual karena keahliannya dinilai mumpuni," ungkapnya.

‎Ia menekankan bahwa kebijakan mengundang praktisi dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI) tidak hanya terbatas pada jurusan Kuliner. SMK NWDI Pancor secara konsisten mendorong jurusan lain - seperti Perhotelan, Tata Busana, hingga Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) - untuk aktif berinteraksi dengan para ahli di bidangnya.

‎"Selain akademisi, kita juga mengundang para praktisi. Semua jurusan kita dorong untuk melakukan hal yang sama agar mereka bisa berinteraksi langsung dengan kebutuhan industri," pungkasnya.

‎Puluhan siswa-siswi nampak antusias mengikuti kelas tersebut. Salah satu siswa bernama Nila Ratna Saputri merasa bangga bisa belajar langsung bersama Cheff profesional dari ICA NTB. Ia berharap, dengan adanya praktik seperti itu, dirinya bisa  lebih siap ketika mengikuti kegiatan PKL di dunia industri nantinya. 

‎"Kegiatan Guru Tamu  ini sangat membantu sekali bagi kami yang hendak PKL di dunia industri nanti, karena sudah ada pengalaman dasar," ujarnya. 

‎Ia mengakui bahwa teknik Fruit Curving yang tengah dipelajari itu memang gampang-gampang susah untuk dilakukan. Namun Ia percaya bahwa dengan adanya bimbingan dari ahlinya, hal itu akan lebih memudahkan.

‎"Memang susah sih, tapi kalau kita belajar dengan baik dan serius mungkin akan lebih terasa gampang dan terbiasa," pungkasnya. 

‎Dengan adanya pelatihan fruit carving ini, SMK NWDI Pancor ber komitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan tangan yang siap bersaing di pasar kerja global. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update