Notification

×

Iklan

Iklan

Pascasarjana IAI Qamarul Huda Perkuat Pendampingan Tesis, Terapkan Konsep Dosen Mitra Akademik untuk Percepat Kelulusan Mahasiswa

Rabu, 15 Juli 2026 | Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T21:18:04Z


SELAPARANGNEWS.COM - Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, terus melakukan inovasi dalam tata kelola akademik guna meningkatkan kualitas lulusan sekaligus mempercepat penyelesaian studi mahasiswa. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kemitraan akademik antara mahasiswa dan dosen melalui sistem pendampingan intensif sejak awal perkuliahan.

‎Program tersebut dirancang sebagai solusi atas persoalan klasik di perguruan tinggi, yakni keterlambatan penyelesaian tugas akhir berupa tesis yang kerap menjadi penyebab mahasiswa terlambat lulus, bahkan gagal menyelesaikan studi.

‎Direktur Pascasarjana IAI Qamarul Huda menjelaskan bahwa budaya riset menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan magister. Karena itu, lembaga memperkuat keberadaan Research Movement sebagai wadah pendampingan akademik bagi mahasiswa, khususnya yang telah memasuki semester empat ke atas.

‎Pendampingan dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemetaan isu penelitian (mapping research issue), identifikasi permasalahan penelitian, perumusan masalah, hingga teknik penulisan karya ilmiah sesuai kaidah akademik yang berlaku.

‎Sebagai bagian dari program tersebut, Pascasarjana IAI Qamarul Huda menggandeng dosen-dosen berpengalaman, salah satunya Dr. Lalu Agusmurzaki, S.Pd.I., M.Pd., yang dipercaya mengampu mata kuliah Publikasi Ilmiah, Filologi, dan Pemikiran Tokoh Islam Nusantara pada Program Studi Magister Studi Islam.

‎Tidak hanya memberikan bimbingan akademik, para dosen juga berperan sebagai mitra ilmiah yang mendampingi mahasiswa sejak proses penyusunan proposal hingga penyelesaian tesis.

‎Keunikan lain yang diterapkan Pascasarjana IAI Qamarul Huda adalah kewajiban bagi setiap calon mahasiswa untuk menyusun proposal penelitian sebelum dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru. Proposal tersebut menjadi dasar dalam melakukan diagnosis awal terhadap rencana penelitian mahasiswa.

‎Melalui mekanisme tersebut, kampus dapat memetakan kebutuhan akademik setiap mahasiswa sekaligus menentukan dosen yang paling sesuai untuk mendampingi proses studinya.

‎Model pendampingan tersebut kemudian dirancang dalam sebuah peta perjalanan akademik (Academic Trajectory for Magister), sehingga mahasiswa memiliki arah yang jelas sejak awal masuk hingga menyelesaikan studi.

‎Berbeda dengan perguruan tinggi pada umumnya, Pascasarjana IAI Qamarul Huda tidak lagi menggunakan istilah dosen pembimbing. Sebagai gantinya, kampus memperkenalkan konsep Dosen Mitra Akademik (DOMIA) dan Dosen Partner Ilmiah (DOPI).

‎Konsep tersebut dikembangkan sebagai bagian dari pembaruan tata kelola pendidikan tinggi yang menempatkan hubungan dosen dan mahasiswa sebagai kemitraan akademik yang lebih egaliter, terbuka, dan kolaboratif.

‎Selain mengedepankan kualitas akademik, Pascasarjana IAI Qamarul Huda juga menawarkan biaya pendidikan yang terjangkau sehingga dapat diakses oleh masyarakat, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

‎Dengan lingkungan akademik yang inklusif, moderat, dan berbasis budaya riset, Pascasarjana IAI Qamarul Huda optimistis mampu mencetak lulusan magister yang tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kemampuan riset dan publikasi ilmiah yang kompetitif.

‎Melalui inovasi pendampingan berbasis kemitraan akademik tersebut, Pascasarjana IAI Qamarul Huda ingin membuktikan bahwa pendidikan magister berkualitas tidak harus berada di kota-kota besar, melainkan juga dapat tumbuh dan berkembang dari daerah, termasuk di Kampus IAI Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Informasi lebih lanjut silakan klik link berikut: https://pascasarjana.iaiqh.ac.id/

×
Berita Terbaru Update