Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Lombok Timur Masih Kesulitan Dapat Gas Elpiji 3 Kg, Satu Pingsan Karena Lama Berdesakan

Sabtu, 04 April 2026 | April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T15:35:24Z

Warga mengantre mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg 

SELAPARANGNEWS.COM - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). 


Kondisi ini memaksa warga harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan kebutuhan dapur tersebut, bahkan hingga memicu insiden warga pingsan akibat kelelahan.


Antrean panjang terjadi di sejumlah pangkalan gas. Warga rela berdesak-desakan untuk mendapatkan elpiji bersubsidi, di tengah cuaca panas yang menyengat, salah satunya di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela. 


“Berjam-jam tadi kami menunggu dari jam 9 pagi. Berdesak-desakan karena banyak orang yang ingin membeli gas LPG 3 kilogram ini,” ungkap salah satu warga, Suratturahman kepada wartawan. Sabtu, (04/04/2026).


Ia menuturkan, situasi antrean yang padat dan minim pengaturan membuat kondisi semakin tidak terkendali, sehingga mengakibatkan salah seorang warga pingsan karena kesulitan bernapas di tengah kerumunan.


“Ada yang pingsan tadi, karena orang mengantri berdesak-desakan, cuaca juga tadi cukup panas,” jelasnya.


Menurut Suraturrahman, kejadian tersebut sempat memicu keributan kecil di lokasi antrean. Namun sebagian besar warga tetap bertahan di barisan karena khawatir tidak kebagian gas.


“Memang sempat ribut, tapi hanya sebagian yang menolong, karena semua fokus ingin dapat gas,” tambahnya.


Kelangkaan elpiji ini juga berdampak langsung pada pelaku usaha kecil. Suratturahman yang sehari-hari berjualan terang bulan mini mengaku kesulitan menjalankan usahanya akibat sulitnya mendapatkan gas.


“Saya jualan terang bulan mini, butuh gas LPG. Karena susah, saya pakai gas di rumah, sampai kami makan nasi bungkus, yang penting jualan tetap jalan. Sekarang gas sudah habis, keliling cari ke pangkalan tapi tidak ada,” keluhnya.


Ia bahkan mengaku rela membeli dengan harga berapa pun, asalkan barang tersedia. “Berapapun harganya saya siap beli, yang penting ada. Tapi ini kan tidak ada yang bisa dibeli,” ujarnya.


Hal serupa juga disampaikan Fitri, warga lainnya yang telah mengantre lebih dari dua jam namun tetap tidak mendapatkan elpiji.


“Syaratnya harus bawa KTP untuk beli di pangkalan. Meskipun sudah antre dua jam lebih, tetap tidak dapat,” kata Fitri.


Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini menambah beban masyarakat, khususnya kalangan ekonomi kecil yang sangat bergantung pada subsidi energi tersebut. 


Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. (Yns) 

×
Berita Terbaru Update