![]() |
| Kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi di Desa Tete Batu Selatan bersama Mahasiswa Mancanegara |
SELAPARANGNEWS.COM – Universitas Hamzanwadi kembali membuat terobosan besar dalam dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026, kampus hijau ini resmi menggandeng Universitas Windesheim dari Belanda untuk mempromosikan potensi pariwisata Lombok Timur ke panggung dunia.
Langkah strategis ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sebuah misi diplomasi lokal untuk mengangkat kekayaan alam dan budaya Bumi Gora ke jaringan internasional.
Kolaborasi lintas negara ini dipusatkan di dua desa yang menjadi wajah pariwisata Lombok Timur, yakni Desa Tete Batu Selatan dan Desa Sembalun.
Di sana, para mahasiswa dari Indonesia dan Belanda tidak hanya melakukan pengabdian, tetapi juga terjun langsung sebagai agen promosi. Mereka mengeksplorasi budaya, merasakan pengalaman autentik, dan menyusun narasi destinasi yang menarik bagi pasar global.
Direktur DPPM Universitas Hamzanwadi, Dr. Sahibul Ahyan menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
“Kami sengaja memilih Tete Batu Selatan dan Sembalun karena keduanya adalah wajah pariwisata Lombok Timur. Kolaborasi ini menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi daerah ke jaringan internasional,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (04/05/2026).
Tak hanya terbatas di dua desa tersebut, jangkauan promosi juga diperluas hingga ke sentra tenun Pringgasela dan eksotisme Pantai Pink, guna memastikan eksposur wisata Lombok Timur tersebar secara merata.
Program ini menandai pergeseran paradigma KKN Universitas Hamzanwadi. Jika biasanya KKN hanya berfokus pada pembangunan fisik desa, kali ini KKN bertransformasi menjadi instrumen promosi strategis.
Sinergi antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asal Belanda diharapkan mampu membangun citra Lombok Timur sebagai destinasi yang autentik, berkelanjutan, dan kompetitif.
Dr. Sahibul Ahyan optimis bahwa kehadiran mahasiswa internasional akan memberikan perspektif baru dalam memasarkan keindahan lokal.
“KKN kolaboratif ini bukan hanya ruang berbagi ide, tetapi juga katalisator promosi. Lombok Timur memiliki keindahan yang layak dikenal dunia, dan kampus harus hadir sebagai penggeraknya,” tutupnya. (SN)
